Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 22 September 2026. Rupiah melemah 0,21 persen ke level Rp17.884 per dolar AS, serta IHSG anjlok 1,69 persen ke level 6.277.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar negara Asia yang melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) sebesar 0,20 persen, serta Baht Thailand (THB) melemah sebesar 0,15 persen.
Kemudian Yuan Tiongkok (CNY) sebesar 0,13 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,09 persen, Rupee India (INR) melemah 0,03 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,01 persen.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari kelompok Houthi di Yaman yang terus melancarkan serangan terhadap target-target di Arab Saudi, sementara Arab Saudi menghadapi kendala pada sejumlah jalur ekspor.
Inggris telah menyepakati pemberian dukungan militer terbatas kepada Arab Saudi di tengah serangan yang dihadapi Riyadh dari militan Houthi di Yaman,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Senin, 22 September 2026.
Ibrahim menuturkan, investor juga mencermati rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir pekan ini, dengan agenda yang mencakup isu perdagangan dan geopolitik.
Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh the Fed dan telah memperhitungkan kemungkinan besar akan adanya kenaikan lagi pada bulan Oktober,”
katanya.
Saham Melemah

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,4 triliun dengan melibatkan 33,7 miliar saham dalam 2,1 juta kali transaksi. Sebanyak 139 saham naik, 118 tidak bergerak, dan 533 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) melemah 14,71 persen ke Rp87
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) melemah 13,53 persen ke Rp735
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 13 persen ke Rp348
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp140,61 miliar
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebesar Rp139,93 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp131,34 miliar






