Bank Indonesia (BI) buka suara terkait insiden transaksi tidak sah pada aplikasi DANA. Hal ini menyusul ramainya keluhan netizen di media sosial bahwa kartu kredit dibobol melalui DANA.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso mengatakan pihaknya sudah meminta DANA melakukan investigasi secara menyeluruh dan perbaikan pada sistem. BI juga terus mencermati dan melakukan pendalaman atas insiden transaksi tidak sah pada aplikasi DANA.

Bank Indonesia telah melakukan langkah pengawasan dan meminta DANA melakukan investigasi secara menyeluruh, melakukan perbaikan atas kelemahan, serta penguatan pengamanan untuk memastikan transaksi kembali berjalan sesuai dengan mekanisme autentikasi dan standar keamanan transaksi yang dipersyaratkan,”

ujar Denny dalam keterangan resmi Rabu, 23 September 2026.

Identifikasi Transaksi Tidak Sah

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Denny menjelaskan, pihaknya sudah meminta DANA dan pihak terkait melakukan identifikasi dan verifikasi atas transaksi yang tidak diakui. Kemudian juga diminta agar Dana dan pihak terkait menindaklanjuti setiap pengaduan konsumen.

DANA bersama pihak terkait telah diminta untuk segera melakukan identifikasi dan verifikasi atas transaksi yang tidak diakui, menindaklanjuti setiap pengaduan konsumen, serta melakukan penyelesaian atas pengaduan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,”

jelasnya.

Denny menegaskan, BI akan memastikan pelindungan dan pemenuhan hak konsumen menjadi prioritas dalam penyelesaian pembobolan kartu kredit ini.

Bank Indonesia memastikan pelindungan dan pemenuhan hak konsumen menjadi prioritas dalam penyelesaian insiden ini. Bank Indonesia akan terus mengawal proses tersebut hingga hak konsumen yang terdampak terpenuhi sesuai ketentuan,”

tegasnya.

BI menekankan bahwa keamanan, keandalan, dan pelindungan konsumen merupakan prinsip utama dalam penyelenggaraan sistem pembayaran. Denny meminta agar setiap penyelenggara wajib memastikan pengembangan dan perubahan sistem maupun aplikasi didukung oleh tata kelola, manajemen risiko, pengujian, serta pengendalian keamanan yang memadai.

Sedangkan dari sisi pengguna, Denny menghimbau agar masyarakat menjaga kerahasiaan data dan kredensial pembayaran, memantau riwayat transaksi secara berkala, serta segera melaporkan transaksi yang tidak dikenali melalui kanal resmi bank penerbit kartu atau penyelenggara.

Bank Indonesia akan terus mengawal penyelesaian insiden dan melakukan tindak lanjut pengawasan secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”

ujarnya.

Keluhan Netizen

Aplikasi Dompet Digital DANA. (Sumber: DANA)
Aplikasi Dompet Digital DANA. (Sumber: DANA)

Adapun di media sosial Threads ramai keluhan netizen yang mengaku menjadi korban pembobolan kartu kredit melalui DANA. Bahkan, sebagian korban mengakui tidak memiliki akun DANA.

Tak main-main, ramai netizen mengeluhkan nominal transaksi kartu kredit yang dibobol mencapai jutaan rupiah. Beberapa mengungkap, nominal transaksi mulai dari Rp4 juta hingga Rp9 juta.

Dear @goodlifebca @mykkbbca saya mau minta kejelasan terkait transaksi kartu kredit yang bukan saya lakukan. Tiba-tiba ada transaksi sebesar Rp4.800.000 di kartu kredit saya yang tercatat melalui DANA atas nama PT. Ajaib. Masalahnya, saya tidak pernah punya akun DANA, tidak pernah melakukan transaksi tersebut, dan sama sekali tidak menggunakan uang tersebut,”

tulis @nahrsyhrsmy.