Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Rupiah anjlok sebesar 0,44 persen atau 78 poin ke level Rp17.896 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan melemahnya nilai tukar rupiah sejalan dengan meningkatnya ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga kebijakannya dalam waktu dekat.
Rupiah diperkirakan dibuka melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat,”
kata Lukman kepada Owrite Kamis, 24 September 2026.
Terdampak Harga Minyak

Selain itu, pelemahan rupiah juga didorong oleh lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan itu seiring dengan Iran yang meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian.
Sementara itu, harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian,”
terangnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS.
Nilai Tukar Asia

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sejumlah nilai tukar negara Asia mengalami pelemahan diantaranya Won Korea (KRW) melemah 0,44 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,25 persen.
Kemudian Peso Filipina (PHP) melemah 0,23 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,14 persen, Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,10 persen, serta Dolar Singapura (SGD) melemah 0,08 persen.






