Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 23 September 2026. Rupiah menjadi salah satu mata uang menguat di Asia setelah Peso Filipina (PHP).
Untuk perdagangan sore ini, rupiah tercatat menguat 0,37 persen atau 66 poin ke level Rp17.818 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menguat sebesar 1,56 persen ke level 6.374.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen pendorong penguatan rupiah karena keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan atau BI Rate.
Alasan utama BI Rate kembali dipertahankan iala stabilitas kurs rupiah masih terus bisa dijaga sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sambil menekan inflasi,”
kata Ibrahim dalam analisisnya Rabu, 23 September 2026.
Selain itu, penguatan rupiah didorong oleh para pejabat AS telah mengadakan pertemuan tiga jam yang sangat baik dan produktif dengan perwakilan Iran di New York. Hal itu memunculkan harapan bahwa negosiasi pada akhirnya dapat membantu mengakhiri konflik dan meredakan gangguan di sekitar Selat Hormuz.
Pertemuan tersebut merupakan kontak langsung pertama antara pejabat AS dan Iran sejak bulan Juni. Trump mengatakan bahwa utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, turut serta dalam pertemuan itu,”
tuturnya.
Saham Menguat

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12,8 triliun dengan melibatkan 36,7 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 448 saham naik, 159 tidak bergerak, dan 186 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menguat 34,15 persen Rp220
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat 34,09 persen ke Rp236
- PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menguat 24,27 persen ke Rp256






