Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah ditutup berlawanan arah pada penutupan perdagangan Jumat, 25 September 2026. Rupiah tercatat menguat, sedangkan IHSG melemah.

Rupiah tercatat menguat 0,07 persen atau 13 poin ke level Rp17.903 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG merosot sebesar 0,90 persen ke level 6.241.

Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia tercatat menguat diantaranya Dolar Singapura (SGD) menguat 0,10 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,31 persen.

Kemudian Baht Thailand (THB) menguat 0,33 persen, Yen Jepang (JPY) menguat 0,38 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,43 persen, serta Won Korea (KRW) menguat 0,98 persen.

Sentimen Rupiah

Gambar Rupiah Menguat
Gambar Rupiah Menguat/Doc. Owrite/Acel

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, menguatnya rupiah didorong oleh AS dan Iran yang kini sedang menjajaki jalan keluar terkait Selat Hormuz.

Para negosiator AS dan Iran di New York sedang menjajaki jalan keluar bertahap dari konflik yang mencakup langkah Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan langkah Washington untuk mencabut blokade ekonomi terhadap Iran,”

kata Ibrahim dalam keterangannya Jumat, 25 September 2026.

Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Washington dan Beijing sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2027. 

Kemudian sentimen rupiah juga berasal dari data Purchasing Managers Index (PMI) S&P Global AS yang kuat, serta data klaim awal tunjangan pengangguran AS yang mengalami penurunan.

Saham Melemah

Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp9,4 triliun dengan melibatkan 33,2 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 118 saham naik, 117 tidak bergerak, dan 558 turun.

Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:

  • PT Citatah Tbk (CTTH) melemah 14,96 persen ke Rp108
  • PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) melemah 14,96 persen ke Rp199
  • PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) melemah 14,92 persen ke Rp1.055

Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp531,94 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp141,17 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp84,61 miliar