Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Rupiah anjlok sebesar 0,11 persen atau 20 poin ke level Rp17.936 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah didorong oleh prospek kenaikan suku bunga oleh the Fed pada Oktober 2026.
Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS, dengan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS yg terus menanjak oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga oleh the Fed di bulan Oktober,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite Jumat, 25 September 2026.
Sikap Hawkish The Fed

Lukman menjelaskan, meningkatnya prospek kenaikan Federal Funds Rate (FFR) Bank Sentral AS ini menyusul pidato hawkish beberapa pejabat the Fed.
Kendati demikian, Lukman memperkirakan bahwa pelemahan rupiah akan tertahan. Hal itu didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Harapan kesepakatan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini bisa menahan pelemahan yang lebih besar,”
katanya.
Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan melemah di rentang Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.






