Nilai tukar rupiah bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi, 29 September 2026. Rupiah tercatat melemah sebesar 0,13 persen atau 23 poin menembus level Rp18.001 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed dan imbal hasil obligasi AS.
Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat,”
kata Lukman kepada Owrite Selasa, 29 September 2026.
Lukman menuturkan, saat ini investor juga cenderung mengambil langkah hati-hati. Sebab, sejumlah data penting ekonomi akan dirilis, salah satunya data pekerjaan AS Jolt
Investor juga cenderung berhati-hati dalam pekan yang padat data dengan ekonomi penting, dengan traders menantikan rilis data pekerjaan AS Jolt malam ini,”
tuturnya.
Sentimen Dalam Negeri

Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan tekanan rupiah berasal dari kaburnya modal asing dari pasar domestik, serta tingginya permintaan dolar importir.
Dari domestik, outflow dana asing dan permintaan dolar importir masih membebani,”
ujarnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, beberapa nilai tukar negara Asia tercatat melemah. Hal itu diantaranya Baht Thailand (THB) melemah 0,11 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,06 persen, dan Dolar Singapura (SGD) melemah 0,06 persen.






