Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada Selasa, 29 September 2026. Rupiah tercatat melemah 0,02 persen ke level Rp17.981 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG merosot 0,43 persen ke 6.121.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia tercatat melemah. Hal itu diantaranya Dolar Singapura (SGD) anjlok sebesar 0,13 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,06 persen, dan Yen Jepang (JPY) melemah 0,03 persen.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan pelemahan rupiah berasal dari ekspektasi pasar bahwa the Fed akan melakukan pengetatan moneter, akibat lonjakan harga minyak dunia.
Pasar kini melihat adanya peluang sebesar 70 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan di bulan Oktober, menyusul serangkaian pernyataan bernada hawkish dari para pejabat the Fed pekan lalu,”
kata Ibrahim dalam analisisnya Selasa, 29 September 2026.
Selain itu, para pelaku pasar tengah mencermati data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis pada Rabu, data ISM Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Kamis, serta data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat.
Komentar dari para pejabat the Fed juga akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya,”
tuturnya.
Adapun untuk perdagangan Rabu, 30 September Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp17.980-Rp18.030 per dolar AS.
373 Saham Turun

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,1 triliun dengan melibatkan 38,2 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 303 saham naik, 118 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 373.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) melemah 15 persen ke Rp85
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) turun 14,79 persen ke Rp605
- PT Martina Berto Tbk (MBTO) melemah 14,77 persen ke Rp150
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp241,50 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp121,68 miliar
- PT Timah (Persero) Tbk (TINS) sebesar Rp41,15 miliar






