Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran modal asing masuk ke pasar domestik per 28 September mencapai Rp131 triliun secara year to date (ytd).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan masuknya modal asing ke pasar domestik dikarenakan daya tarik imbal hasil aset rupiah. Kemudian naiknya suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin pada September 2026 berpotensi mendorong investor global melakukan repositioning terhadap portofolionya.
Sebagaimana umumnya investor, ketika ada harga di satu aset meningkat, harga imbalan di satu aset meningkat sementara imbalan di aset lain tetap, mereka tentu akan rethinking di dalam keputusan portfolio,”
ujar Erwin dalam Taklimat Media di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Total Arus Modal Asing

Erwin menjelaskan, total aliran modal asing yang masuk terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp27,51 triliun, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp165,59 triliun. Sedangkan di pasar saham justru mencatat modal asing keluar sebesar Rp62,10 triliun.
Sementara itu untuk kuartal III, aliran modal dari SBN tercatat sebesar Rp20,51 triliun. Lalu untuk aliran modal di pasar saham mencatat arus keluar sebesar Rp5,53 triliun, dan SRBI sebesar Rp13,51 triliun.
Aliran modal kita so far masih cukup bagus di SBN secara year to date apalagi kalau kita lihat kuartal III kita masih ada inflow Rp20,51 triliun, SRBI meskipun secara kuartalan terkait dengan kalibrasi kita agak sedikit menurun,”
tuturnya.






