Bank Indonesia (BI) mengungkapkan rupiah mengalami pelemahan sebesar 7,74 persen sepanjang 2026 (year to date/ytd). Bahkan, rupiah pada 29 September 2026 mencapai level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan pihaknya berkomitmen akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme stabilisasi pasar bekerja dengan baik.
Memang kita secara year to date di posisi tanggal 29 September kita terdepresiasi 7,74 persen dibandingkan posisi kita akhir tahun,”
kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Sentimen Pengaruhi Nilai Tukar

Erwin menuturkan, pergerakan rupiah masih lebih baik bila dibandingkan dengan peers yakni Won Korea, Peso Filipina (PHP), dan Ringgit Malaysia (MYR).






