Pemerintah berpotensi mengeluarkan lebih dari Rp200 miliar per bulan untuk membayar penghasilan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), jika seluruh formasi terisi.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), penghasilan manajer KDKMP ditetapkan pada kisaran Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan, bergantung pada wilayah dan UMK. Para manajer direkrut dengan status PKWT selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Pemerintah membuka sekitar 30 ribu formasi manajer. Dengan penghasilan Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta, kebutuhan remunerasi secara kasar dapat mencapai lebih dari Rp200 miliar setiap bulan apabila seluruh formasi terisi,”
kata Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, pada Owrite, Rabu, 30 September 2026.
Gaji Manejer Jadi Sorotan

Besarnya kebutuhan remunerasi tersebut menjadi sorotan karena gaji manajer KDKMP pada dua tahun pertama disebut akan ditanggung melalui dukungan negara. Dan setelah periode transisi berakhir, biaya manajemen diharapkan berasal dari pendapatan koperasi sendiri.
Achmad menilai dukungan negara pada tahap awal dapat dipahami sebagai investasi untuk membangun usaha koperasi.
Akan tetapi, dua tahun itu harus menghasilkan sesuatu yang terukur,”
ujarnya.
Persoalan kemudian bergeser pada kemampuan KDKMP mengambil alih biaya manajemen setelah dukungan pemerintah berakhir. Achmad mempertanyakan kondisi koperasi ketika memasuki masa tersebut.
Pertanyaannya sederhana: apa yang terjadi pada bulan ke-25?”
tanyanya.
Biaya dari Negara Bisa Diperpanjang

Jika koperasi belum mampu membayar biaya manajemennya sendiri, Achmad menyebut pemerintah akan menghadapi sejumlah pilihan, mulai dari memperpanjang dukungan fiskal hingga membebankan biaya tersebut kepada koperasi yang kondisi usahanya masih lemah.
Menurut Achmad, besarnya biaya untuk puluhan ribu manajer perlu dilihat bersama kemampuan ekonomi masing-masing koperasi.
Kondisi KDKMP tidak seragam karena terdapat perbedaan potensi pasar, jumlah penduduk, aktivitas perdagangan, hingga kemampuan menghasilkan pendapatan. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah gerai yang dibangun maupun banyaknya manajer yang direkrut.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah koperasi mampu hidup dari kegiatan ekonominya sendiri,”
jelasnya.
Dengan kebutuhan remunerasi yang dapat menembus lebih dari Rp200 miliar per bulan, keberlanjutan pembiayaan manajer menjadi salah satu tantangan program KDKMP.
Persoalan utamanya, kata Achmad, bukan hanya bagaimana negara membiayai manajemen pada tahap awal, tetapi apakah koperasi nantinya mampu menanggung biaya tersebut dari hasil usahanya sendiri.






