Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup melemah pada Kamis, 1 Oktober 2026. Rupiah amblas 0,40 persen ke level Rp17.966 per dolar AS, dan IHSG anjlok 1,02 persen ke 6.009.

Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia melemah. Hal itu diantaranya Yen Jepang (JPY) melemah 0,62 persen, Rupee India (INR) melemah 0,42 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,36 persen, serta Won Korea (KRW) melemah 0,18 persen.

Sentimen Rupiah

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang berada di bawah perkiraan. Hal itu memberikan sedikit kelegaan bagi pasar terkait prospek inflasi. 

Data tersebut mendorong para pelaku pasar untuk memangkas secara tajam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Oktober. Probabilitas tersirat turun menjadi sekitar 34 persen, dari sebelumnya hampir 70 persen pada awal pekan,”

kata Ibrahim dalam keterangannya Kamis, 1 Oktober 2026.

Di samping itu, belanja konsumen AS pada bulan Agustus mencatat kenaikan tercepat dalam lebih dari satu tahun. Ketahanan tersebut turut menjaga imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor panjang tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade. 

Kini, pasar akan mencermati laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga the Fed,”

tuturnya.

Saham Melemah

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,05 triliun dengan melibatkan 32,5 miliar saham dalam 1,5 juta kali transaksi. Sebanyak 208 saham naik, 134 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 450.

Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:

  • PT Alsok Indonesia Services Tbk (SOSS) melemah 14,83 persen ke Rp1.005
  • PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) melemah 14,81 persen ke Rp184
  • PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 14,73 persen ke Rp191

Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp215,56 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp205,94 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp176,30 miliar