Luky Alfirman kembali menempati posisi strategis di Kementerian Keuangan. Mantan Direktur Jenderal Anggaran itu resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Penunjukan tersebut kembali menyorot perjalanan karier Luky di Kementerian Keuangan. Sebab, sekitar lima bulan sebelumnya, dia diberhentikan dari posisi Dirjen Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya mengonfirmasi pencopotan Luky berlaku sejak 21 April 2026. Saat itu, posisi Dirjen Anggaran untuk sementara dijalankan oleh pelaksana harian.

Polemik Pengadaan di BGN

Motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN)
Motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) (Foto: X/Lambe Saham)

Pencopotan tersebut kemudian dikaitkan dengan polemik pengadaan kendaraan operasional Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kini, setelah sempat kehilangan jabatan eselon I, Luky kembali ke lingkaran pengambil kebijakan fiskal sebagai wakil menteri. Pengangkatannya menempatkan kembali birokrat senior tersebut pada posisi strategis di Kemenkeu.

Luky bukan nama baru di lingkungan Kemenkeu. Dia telah berkarier di kementerian tersebut sejak 1 Maret 1995 dan pernah menduduki sejumlah jabatan penting, termasuk Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, serta Dirjen Perimbangan Keuangan.

Lulusan ITB

Dari sisi pendidikan, Luky merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung. Dia kemudian meraih gelar Master of Arts dan Doctor of Philosophy di bidang Ekonomi dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat.

Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan secara ex-officio dari Kementerian Keuangan berdasarkan keputusan presiden pada 2019 dan 2020.

Sebelum diberhentikan pada April 2026, Luky baru sekitar 11 bulan menjabat Dirjen Anggaran. Dia dilantik Sri Mulyani pada 23 Mei 2025 bersama sejumlah pejabat eselon I lainnya.