Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah ditutup berlawanan arah pada Senin, 5 Oktober 2026. Rupiah tercatat melemah, sedangkan IHSG menguat.
Rupiah anjlok sebesar 0,20 persen atau 35 poin ke level Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG menguat 1,36 persen ke level 6.118.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia melemah diantaranya Baht Thailand (THB) sebesar 0,37 persen, Won Korea (KRW) anjlok 0,29 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,14 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,07 persen.
Pendorong Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari memanasnya politik di AS karena pernyataan Presiden Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump memanfaatkan rapat umum di Ohio pada hari Sabtu untuk melontarkan serangan kasar terhadap Partai Demokrat, menjanjikan bantuan keuangan jika Partai Republik memenangkan pemilihan paruh waktu, serta memperingatkan bahwa ia akan enggan bekerja sama dengan negara bagian tersebut jika Partai Demokrat yang menang,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Senin, 5 Oktober 2026.
Selain itu, saat ini pasar tengah menanti rilis data ekonomi AS yang mencakup data ISM Services PMI, Data ketenagakerjaan mingguan, rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir, serta data sentimen konsumen dari University of Michigan.
Saham Naik

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp9,9 triliun dengan melibatkan 40,9 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 526 saham naik, 114 tidak bergerak, dan 153 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) menguat 35 persen ke Rp54
- PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menguat 34,78 persen ke Rp186
- PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) menguat 34,62 persen ke Rp70






