Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Rupiah menguat tipis 0,08 persen atau 12 poin ke level Rp17.875 per dolar Amerika Serikat (AS)

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah sejalan dengan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang masih hawkish dan tak sesuai harapan.

Rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi pasca risalah pertemuan FOMC walau masih hawkish. Namun, tak ada kejutan dan sesuai harapan,”

kata Lukman kepada Owrite, Kamis, 8 Oktober 2026.

Lukman mengatakan, untuk perdagangan hari ini tak ada sentimen domestik yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Namun, investor saat ini menantikan rilis data kepercayaan konsumen oleh Bank Indonesia (BI).

Tidak ada sentimen besar. Investor menantikan data kepercayaan konsumen siang ini,”

jelas Lukman.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS.

Merujuk data perdagangan pagi ini, mayoritas nilai tukar negara Asia menguat di antaranya Yen Jepang (JPY) 0,18 persen. Lalu, ada Baht Thailand (THB), yang menguat 0,18 persen.

Kemudian, Won Korea (KRW) menguat 0,13 persen, Dolar Singapura (SGD) naik 0,07 persen. Sementara, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,06 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,04 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,03 persen.