Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Prabowo Soroti Konflik Timur Tengah, Ingatkan Dampak Buruk ke Ekonomi Dunia

Bank Indonesia menilai masih belum kuatnya ekonomi global disebabkan oleh naiknya tensi perang di Timur Tengah.

Presiden Prabowo Subianto. (sumber: Youtube/Sekertariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto. (sumber: Youtube/Sekertariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menyoroti situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Sebab, kondisi itu memberikan dampak pada stabilitas dunia, terutama pada perekonomian global.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi,di Istana Merdeka, Jakarta. 

Mengenai situasi di kawasan Timur Tengah kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik,”

kata Prabowo dalam keterangan pers Minggu, 11 Oktober 2026.

Prabowo mengatakan, Indonesia dan Mesir mendorong upaya deeskalasi konflik, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap kedaulatan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Iklan

Kami terus menganjurkan de-eskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan hukum internasional sesuai dengan piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog, dan diplomasi,”

terangnya.

Beri Dampak

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk melakukan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman terkait visa, kerja sama statistik, perikanan, dan rencana peningkatan hubungan kerja sama strategis Indonesia dan Mesir. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/sgd/nym)
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk melakukan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman terkait visa, kerja sama statistik, perikanan, dan rencana peningkatan hubungan kerja sama strategis Indonesia dan Mesir. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/sgd/nym)

Prabowo menilai, tingginya tensi ketegangan di Timur Tengah akan memberikan dampak negatif. Hal itu diantaranya keselamatan warga sipil, stabilitas dunia, dan perekonomian global.

Pandangan kami adalah setiap eskalasi akan memberi dampak yang sangat merugikan kondisi keselamatan warga sipil, serta stabilitas dunia terutama perekonomian global,”

tuturnya.

Adapun Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kondisi perekonomian global masih rentan. Pertumbuhan ekonomi global diramal masih akan lemah, diikuti inflasi yang masih tinggi.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan prospek perekonomian global belum kuat, disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Inflasi diperkirakan naik ke 4,6 persen dari proyeksi sebelumnya di 4,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi global 2026 diperkirakan masih lemah sekitar 3,0 persen dan diikuti tekanan inflasi yang meningkat menjadi sekitar 4,6 persen,”

kata Destry dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Destry menjelaskan, masih belum kuatnya ekonomi global disebabkan oleh naiknya tensi perang di Timur Tengah. Kondisi itu mendorong harga minyak dunia melonjak hingga menyentuh US$132 per barel. 

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.