Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 0,43 persen ke level 6.119 pada pembukaan perdagangan Senin, 12 Oktober 2026.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp292,9 miliar dengan melibatkan 1,7 miliar saham dalam 59,6 ribu kali transaksi. Sebanyak 168 saham turun, 243 tidak bergerak, dan 287 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menjelaskan IHSG akan menguat pada perdagangan hari ini. Namun, penguatan itu akan terbatas karena masih ada potensi koreksi.
Iklan
IHSG berpotensi menguat terbatas ke 6.150. Tapi, hati-hati jika gagal break resistance tersebut, potensi kembali koreksi ke 6.000-an,”
kata Fanny dalam analisisnya, Senin, 12 Oktober 2026.
Dinamika Pasar Asia
Fanny menjelaskan kondisi bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat, 9 Oktober. Kondisi itu karena investor mencermati tingginya harga energi, gejolak pasar obligasi, serta kebutuhan pendanaan yang semakin besar untuk investasi Artificial Intelligence (AI).
Adapun di Jepang, indeks Nikkei 225 turun tipis 0,02 persen dan Topix naik 0,33 persen. Kemudian, di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 2,6 persen dan Kosdaq melemah 0,69 persen.
Ilustrasi kenaikan IHSG. (Dibuat oleh AI)
Selain itu, Hang Seng Hong Kong melesat 1,8 persen, CSI 300 China naik 0,16 persen, Taiex Taiwan melemah 1 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,64 persen.
Sementara, FTSE Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,20 persen, dan KLCI Malaysia naik 0,46 persen.
Lantas, untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 6.000 hingga 6.050. Sementara, level resist IHSG di kisaran 6.150 hingga 6.200.