Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Minyak Mentah Tembus US$112 per Barel, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Aman

Pemerintah memastikan tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Harga ICP melonjak 26,14 persen jadi US$112,81 per barel.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (owrite/Anisa Aulia)
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (owrite/Anisa Aulia)

Pemerintah memastikan tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kepastian ini menyusul harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada September 2026 melonjak 26,14 persen menjadi US$112,81 per barel.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan pemerintah akan melakukan menghitung ulang dampak kenaikan harga minyak dunia. Pada hari ini, harga minyak Brent tercatat sebesar US$107,02 per barel.

Ya kita harus hitung ulang lah,”

kata Juda di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Juda menyampaikan, kenaikan harga minyak tersebut tak akan membuat pemerintah menaikan BBM bersubsidi pada tahun ini dan 2027. Menurutnya, pemerintah akan focus terhadap kebijakan subsidi tepat sasaran.

Iklan

Enggak, enggak ada. Jadi, lebih difokuskan, ya. Lebih ditarget,”

jelasnya.

Meski pemerintah tak akan menaikkan harga BBM subsidi, Juda memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan melebar.

Nggak, nggak (defisit melebar),”

katanya.

Sebelumnya, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) melonjak 26,14 persen pada September 2026 menjadi US$112,81 per barel. Angka itu naik US$23,38 dibandingkan Agustus yang sebesar US$89,43 per barel.

Penetapan rata-rata ICP September itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan kenaikan tersebut dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak global.

Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi US$112,81 per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk),”

kata Laode.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.