Nilai tukar rupiah tercatat terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, rupiah melemah 0,22 persen atau 40 poin ke level Rp17.943 per dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G.Hutapea mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif.
“Rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh The Fed,”
kata Erwin dalam keterangan resmi, Kamis, 15 Oktober 2026.
Pelemahan rupiah juga berasal dari ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan.






