Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Keok Lawan Dolar AS

BI terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamental.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal Bimala (Kedua kanan) dan Perwakilan PT Pegadaian (Persero) Area Tegal Ali Mutaat (kedua kiri) mendampingi warga yang memanfaatkan layanan saat peresmian mitra layanan penukaran uang di Kantor Pegadaian, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026).
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal Bimala (Kedua kanan) dan Perwakilan PT Pegadaian (Persero) Area Tegal Ali Mutaat (kedua kiri) mendampingi warga yang memanfaatkan layanan saat peresmian mitra layanan penukaran uang di Kantor Pegadaian, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj.)

Nilai tukar rupiah tercatat terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, rupiah melemah 0,22 persen atau 40 poin ke level Rp17.943 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G.Hutapea mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif. 

“Rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh The Fed,”

kata Erwin dalam keterangan resmi, Kamis, 15 Oktober 2026.

Pelemahan rupiah juga berasal dari ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan. 

Iklan

Dia menyebut indeks dolar AS (DXY) sempat meningkat tajam ke level tertinggi sejak Mei 2025, dan yield US Treasury tenor 2 tahun sempat naik basis poin (bps) ke level 4,90 persen.

“Memburuknya sentimen risk off tersebut mendorong penguatan USD serta tekanan arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi,”

jelas Erwin.

Erwin berujar secara umum pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter to date (qtd) sebesar 0,17 persen. Cadangan devisa juga dinilai terjaga di level US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

Janji Hadir di Pasar

Erwin menegaskan BI terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamental. 

Intervensi tetap dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. 

“Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif,”

ucap dia.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.