Pegawai mengecek barang-barang elektronik yang dijual di salah satu toko elektronik di kawasan Karang Tengah, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc)
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan terjaganya aktivitas dunia usaha tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal III-2026 sebesar 11,46 persen, meski lebih rendah dari kuartal II-2026 yang sebesar 12,97 persen.
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada kuartal III-2026 mengindikasikan kinerja kegiatan usaha tetap terjaga,”
kata Denny dalam keterangannya Senin, 19 Oktober 2026.
Kinerja Lapangan Usaha
Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Rabu (1/4/2026). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Denny menjelaskan, kinerja Lapangan Usaha (LU) yang meningkat antara lain pada industri pengolahan dengan SBT 1,53 persen. Kemudian LU administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib SBT 1,09 persen.
Iklan
Lalu ada LU pengadaan listrik dan das dengan SBT 0,69 persen, LU konstruksi SBT 0,92 persen, dan LU real estat dengan SBT 0,34 persen.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas kegiatan usaha, berlanjutnya pembangunan sejumlah proyek termasuk proyek strategis nasional, pembangunan dan penguatan jaringan listrik, dan realisasi anggaran pemerintah,”
jelasnya.
Sementara itu, beberapa LU tercatat tetap tumbuh meski termoderasi, antara lain LU transportasi dan pergudangan, LU informasi dan komunikasi, dan LU penyediaan akomodasi dan makan minum.
Kondisi Keuangan dan Akses Kredit
Ilustrasi uang (Foto: unsplash Mufid Majnun)
BI dalam laporannya mengungkapkan, untuk kondisi keuangan perusahaan responden menilai bahwa likuiditas perusahaan dalam kondisi lebih baik pada kuartal III-2026. Hal ini tecermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas sebesar 15,56 persen, lebih tinggi dibandingkan SB 15,03 persen pada kuartal II-2026.
Persentase responden yang menjawab kondisi likuiditas pada kuartal III-2026 lebih baik sebesar 23,42 persen, lebih tinggi dibandingkan 22,78 persen pada kuartal sebelumnya,”
katanya.
Selain itu, kondisi rentabilitas atau kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga terindikasi dalam kondisi lebih baik pada kuartal III. Hal ini tecermin dari SB indikator rentabilitas sebesar 13,11 persen, lebih tinggi dari SB 11,87 persen pada kuartal sebelumnya.
Responden juga menilai akses kredit perbankan pada kuartal III-2026 tetap mudah. Hal ini tecermin dari SB akses kredit sebesar 1,84 persen pada kuartal III-2026, meski lebih rendah dibandingkan SB 2,45 persen pada kuartal II-2026.
Harga Jual Melambat
Pengunjung menaiki sepeda motor listrik Honda CUV yang dipamerkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU)
Lebih lanjut, BI mengungkapkan bahwa tekanan harga jual terindikasi melambat. Hal ini tecermin dari SBT harga jual pada kuartal III-2026 sebesar 19,24 persen, lebih rendah dari SBT 22,38 persen pada kuartal sebelumnya.
Perlambatan harga jual pada kuartal III bersumber dari LU industri pengolahan dengan SBT sebesar 2,61 persen, diikuti LU perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil-motor dengan SBT 4,15 persen, serta LU pertambangan dan penggalian SBT 0,90 persen.
Menurut responden, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penyesuaian biaya bahan baku atau material, harga batu bara acuan, serta promosi/potongan harga yang diterapkan pada peritel untuk menjaga permintaan,”