Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Manufaktur RI Ekspansif, Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Masih Lesu

Prompt Manufacturing Index (PMI) BI pada kuartal III sebesar 52,28 persen atau lebih tinggi dari realisasi kuartal sebelumnya.

Perakitan Bus Listrik VKTR di pabriknya di Jawa Tengah. (Sumber: Dok. VKTR)
Perakitan Bus Listrik VKTR di pabriknya di Jawa Tengah. (Sumber: Dok. VKTR)

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kinerja industri manufaktur atau pengolahan pada kuartal III-2026 masih berada pada fase ekspansi, bahkan meningkat. Namun, indikator tenaga kerja masih berada di zona kontraksi.

Berdasarkan Prompt Manufacturing Index (PMI) BI, indeks komposit manufaktur Indonesia pada kuartal III sebesar 52,28 persen, atau lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya. 

Pada kuartal III-2026, kinerja Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan meningkat dan berada pada fase ekspansi tercermin dari PMI-BI sebesar 52,28 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 51,43 persen,”

tulis laporan BI pada Senin, 19 Oktober 2026.

Produksi Terus Meningkat

Sketsa gambar Bank Indonesia (BI)
Sketsa gambar Bank Indonesia (BI)/Doc. Owrite/Acel

Berdasarkan komponennya, peningkatan PMI-BI didorong oleh volume persediaan barang jadi sebesar 54,80 persen, volume produksi 54,31 persen, dan volume total pesanan sebesar 53,34 persen atau berada pada fase ekspansi

Iklan

Kinerja industri manufaktur diperkirakan akan melanjutkan tren peningkatan pada kuartal IV-2026 dengan indeks sebesar 52,37 persen. Kinerja tersebut terutama didorong oleh komponen volume total pesanan yang meningkat menjadi 53,62 persen.

Sementara volume produksi dan volume persediaan barang jadi tetap berada di fase ekspansi masing-masing sebesar 54,24 persen dan 53,69 persen pada kuartal IV-2026, meskipun lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Adapun komponen jumlah tenaga kerja dan kecepatan penerimaan barang input juga diperkirakan mengalami perbaikan, meski masih berada di zona kontraksi dengan indeks masing-masing sebesar 49,93 persen dan 49,17 persen pada kuartal IV-2026. 

Kinerja komponen jumlah tenaga kerja pada kuartal III-2026 mencatatkan perbaikan meskipun masih berada di zona kontraksi dengan indeks sebesar 49,58 persen, atau lebih tinggi dibandingkan 48,65 persen pada kuartal sebelumnya.

Sedangkan komponen kecepatan penerimaan barang input pada kuartal III-2026 menunjukkan perbaikan, meskipun masih berada pada fase kontraksi. Hal in tercermin dari indeks sebesar 48,68 persen, lebih tinggi dibandingkan 47,46 persen pada kuartal II-2026

Menurut Sub Lapangan Usaha 

Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)

Berdasarkan Sub Lapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU berada pada fase ekspansi di kuartal III-2026, dengan indeks tertinggi pada industri barang galian bukan logam sebesar 55,79 persen.

Kemudian industri makanan dan minuman sebesar 55,03 persen, industri logam dasar sebesar 54,17 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik 52,63 persen, serta industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 52,40 persen.

Selanjutnya, pada kuartal IV-2026, mayoritas Sub-LU diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 57,50 persen, diikuti industri barang galian bukan logam 56,05 persen, serta industri makanan dan minuman 54,81 persen.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.