Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

El Nino Mengancam hingga 2027, BI Ungkap Wilayah Paling Rentan Dihantam Inflasi Pangan

BI Perkirakan El Nino yang berkepanjangan akan berdampak besar pada inflasi volatile food, terutama wilayah Sulampua, Bali, Nusa Tenggara.

Warga mencari ikan di kubangan lumpur yang tersisa saat Danau Cinere mengering di Depok, Jawa Barat
Warga mencari ikan di kubangan lumpur yang tersisa saat Danau Cinere mengering di Depok, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.)

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, fenomena El Nino akan terus berlangsung hingga awal 2027. Bank Sentral memperkirakan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) hingga Sumatera menjadi wilayah terdampak besar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan fenomena El Nino yang berkepanjangan akan membuat sejumlah daerah terdampak paling besar, khususnya pada inflasi volatile food.

Berdasarkan perhitungan kami di daerah, El Nino yang berkepanjangan ini berdampak paling besar pada inflasi volatile food, terutama di Sulampua, di Bali, Nusa Tenggara, dan di Sumatera,”

kata Ricky dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Ricky menuturkan berdasarkan perhitungan dari Bank Indonesia, sejumlah komoditas akan menjadi pendorong inflasi paling besar. Hal itu diantaranya beras, cabai, dan bawang merah.

Iklan

Komoditas yang paling rentan adalah beras, kemudian cabai dan bawang merah,”

jelasnya.

Strategi BI

Foto Bank Indonesia
Foto Bank Indonesia/Doc. Owrite/Acel

Maka dari itu, Ricky mengatakan bahwa BI di daerah akan memfokuskan untuk menjaga suplai komoditas utama. Untuk jangka pendek, pihaknya akan mendorong kerja sama antar daerah, fasilitas distribusi pangan, serta operasi pasar.

Begitu juga gerakan pasar murah agar pasokan dari produk-produk tersebut seperti beras, cabai, dan bawang merah dari daerah surplus bisa lebih cepat masuk ke daerah yang dalam kondisi defisit,”

tuturnya.

Sedangkan dalam jangka panjang, Ricky menuturkan BI akan mendorong penguatan dari sisi hulu. Hal itu diantaranya melalui good agricultural practices, penyediaan irigasi, serta teknologi dan bibit yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca.

Ricky melanjutkan, secara nasional inflasi nasional September 2026 mengalami kenaikan. Inflasi tercatat sebesar 3,28 persen secara year on year (yoy) atau naik dibandingkan Agustus yang sebesar 3,19 persen yoy.

Namun, kenaikan inflasi itu dinilai masih terkendali karena masih dalam sasaran target BI yang sebesar 2,5±1 persen. Ia menyebut, tekanan inflasi tersebut perlu diwaspadai, khususnya pada inflasi volatile food yang naik menjadi 5,03 persen.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.