Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Update Kondisi Ekonomi Global, BI: Perang Timur Tengah Bikin Harga Minyak Mahal

Destry memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tetap berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengungkapkan perekonomian global tahun ini masih melemah, disertai ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi. Inflasi global diperkirakan masih tinggi, sejalan dengan kebijakan moneter yang ketat.

Destry menyebut, kondisi itu dipengaruhi oleh tingginya tensi perang di Timur Tengah. Sehingga, mendorong tetap tingginya harga minyak dan berbagai komoditas dunia. 

Prospek perekonomian global masih lemah disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh makin kuatnya tensi perang di Timur Tengah sehingga mendorong tetap tingginya harga minyak dan berbagai komoditas dunia,”

kata Destry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Global Masih Melemah

Ilustrasi Suku Bunga Bank Sentral. (Sumber: Unsplash/ Markus Spiske)
Ilustrasi Suku Bunga Bank Sentral. (Sumber: Unsplash/ Markus Spiske)

Destry memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global masih melemah dan hanya tumbuh sebesar 3 persen pada tahun ini, dengan inflasi diproyeksikan sebesar 4,6 persen.

Iklan

Kebijakan moneter global ketat diperkirakan berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama (higher for longer), termasuk besarnya peluang kenaikan kembali suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR),”

jelasnya.

Destry menuturkan, imbal hasil (yield) US Treasury juga masih tinggi. Hal ini sejalan dengan menguatnya ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan serta defisit anggaran Pemerintah AS yang besar. 

Bagaimana Ekonomi RI?

Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)

Sementara untuk Indonesia, Destry menilai bahwa perekonomian masih berdaya tahan. Namun, perlu terus didorong melalui penguatan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi.

Perkembangan terkini menunjukkan konsumsi rumah tangga terjaga ditopang oleh berlanjutnya berbagai stimulus fiskal Pemerintah serta menguatnya ekspektasi konsumen,”

jelasnya.

Adapun untuk kinerja investasi, Destry mengatakan bahwa masih tumbuh positif utamanya ditopang oleh investasi Pemerintah dan mulai menguatnya peran investasi swasta, sejalan dengan keyakinan produsen yang tecermin pada Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang ekspansif. 

Untuk itu, Destry memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tetap berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.

Iklan