Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,09 persen atau 16 poin ke level Rp18.038 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan sentimen pelemahan rupiah berasal dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang berada di luar perkiraan pasar. Keputusan yang diambil BI adalah tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen.
“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS setelah BI diluar perkiraan tidak menaikkan tingkat suku bunga kemarin,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Sentimen Pasar Saham Domestik
Lukman mengatakan bahwa pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen di pasar saham domestik. Jika sentimen di pasar ekuitas kembali membaik, maka akan menahan pelemahan rupiah






