Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Mentan Buka-bukaan soal Stok Beras RI, Diklaim Aman hingga Juli 2027

Pemerintah juga menghitung potensi produksi dari tanaman yang masih ada di lahan atau standing crop sebesar 10 juta ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor beras ke Arab Saudi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor beras ke Arab Saudi (sumber: Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton per Oktober 2026. Bahkan, Amran mengklaim ketahanan pangan nasional dapat mencukupi hingga Juli 2027.

Adapun kecukupan ketahanan pangan ini memperhitungkan estimasi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan, dan stok di luar gudang.

“Sekarang 2026 stok kita pada bulan Oktober itu 4,56 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan pernah mencapai 5,37 juta ton,”

kata Amran dalam Sidang Kabinet dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Stok Produksi di Lahan

Ilustrasi petani disawah
Ilustrasi petani disawah (Foto: Pexels/Ramesh Nimsara Kariyawasam)

Amran menjelaskan selain stok di gudang, pemerintah juga menghitung potensi produksi dari tanaman yang masih ada di lahan atau standing crop sebesar 10 juta ton. Lalu sebanyak 10 juta ton beras ada dalam komponen Horeka (hotel, rumah tangga, dan sebagainya).

Iklan

“Total 25 juta ton. Kebutuhan per bulan itu 2,5 juta ton, artinya apa? Kalau 25 juta ton bagi 2,5 itu 10 bulan. Sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman,”

jelasnya.

Daerah Paling Terdampak El Nino

Seorang anak melintas di area persawahan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026).
Seorang anak melintas di area persawahan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda/agr)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, fenomena El Nino akan terus berlangsung hingga awal 2027. Bank Sentral memperkirakan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) hingga Sumatera menjadi wilayah terdampak besar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan fenomena El Nino yang berkepanjangan akan membuat sejumlah daerah terdampak paling besar, khususnya pada inflasi volatile food.

“Berdasarkan perhitungan kami di daerah, El Nino yang berkepanjangan ini berdampak paling besar pada inflasi volatile food, terutama di Sulampua, di Bali, Nusa Tenggara, dan di Sumatera,”

kata Ricky dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Ricky menuturkan berdasarkan perhitungan dari Bank Indonesia, sejumlah komoditas akan menjadi pendorong inflasi paling besar. Hal itu diantaranya beras, cabai, dan bawang merah.

“Komoditas yang paling rentan adalah beras, kemudian cabai dan bawang merah,”

jelasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.