Bank Indonesia (BI) buka suara, terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. BI memastikan, akan hadir di pasar dan menjaga stabilitas rupiah.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti memastikan otoritas moneter akan selalu hadir di pasar. Menurutnya, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar.
“Kita tetap ada di pasar. Ini tergantung supply, demand hari ini, ya mungkin lagi. Ya, pokoknya tetap kita monitor pergerakannya,”
kata Destry di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Volatilitas Biasa

Destry menuturkan, pergerakan rupiah merupakan volatilitas yang biasa terjadi. Dia pun memastikan, belum berencana mengubah strategi dalam mengintervensi rupiah.







