Di tengah polemik pengurangan pasokan gas pipa ke Singapura, pemerintah didorong untuk mengedepankan jalur penyelesaian sengketa secara diplomatik dan bisnis yang bermartabat. Pakar dan praktisi migas menyarankan agar kedua belah pihak menghindari ancaman gugatan hukum berupa arbitrase.
Penyelesaian masalah penyesuaian volume gas ini dinilai bisa ditempuh melalui ruang solusi alternatif di luar klausul utama kontrak. Pendekatan bisnis ke bisnis atau business-to-business (B2B) diyakini mampu meredakan ketegangan hubungan bilateral kedua negara sahabat.
Secara skala industri energi, volume gas yang dipangkas sebesar 31 MMSCFD jika diakumulasikan dalam hitungan tahunan berkisar di angka 12 BSCF atau setara dengan sekitar empat kargo Very Large Crude Carrier (VLCC).







