Keputusan Indonesia memprioritaskan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan Singapura menghadapi potensi krisis energi.
Sebagai salah satu hub ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Singapura kini diuji dalam menjaga ketahanan daya listriknya di tengah dinamika pasar gas regional. Namun, posisi Singapura dinilai cukup tangguh karena tidak menggantungkan nasibnya pada satu jalur pasokan saja.
“Singapura memiliki alternatif pasokan yang cukup kuat melalui gas alam cair atau LNG. Negara ini telah mengembangkan infrastruktur penerimaan LNG dan mengimpor gas dari berbagai sumber, selain menerima gas melalui jaringan pipa dari Indonesia dan Malaysia,”
kata Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita, pada Owrite, Rabu, 28 Oktober 2026.
Singapura Bisa Kendalikan

Ia menambahkan bahwa pengurangan pasokan terbaru dari Indonesia setara dengan kurang dari 2 persen kebutuhan harian pembangkit listrik Singapura. Dengan mengandalkan LNG yang sudah menyumbang porsi besar dalam struktur impor 2025, gangguan jangka pendek ini diperkirakan masih bisa dikendalikan.







