Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Pakar Nilai Singapura Tetap Tangguh Meski Ada Pemotongan Gas dari RI, Kok Bisa?

Singapura kini diuji dalam menjaga ketahanan daya listriknya di tengah dinamika pasar gas regional, usai Indonesia mengurangi pasokan gasnya.

Patung Merlion di Marina Bay, Singapura. (Sumber: Unsplash/Anthony Lim)
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura. (Sumber: Unsplash/Anthony Lim)

Keputusan Indonesia memprioritaskan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan Singapura menghadapi potensi krisis energi.

Sebagai salah satu hub ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Singapura kini diuji dalam menjaga ketahanan daya listriknya di tengah dinamika pasar gas regional. Namun, posisi Singapura dinilai cukup tangguh karena tidak menggantungkan nasibnya pada satu jalur pasokan saja.

“Singapura memiliki alternatif pasokan yang cukup kuat melalui gas alam cair atau LNG. Negara ini telah mengembangkan infrastruktur penerimaan LNG dan mengimpor gas dari berbagai sumber, selain menerima gas melalui jaringan pipa dari Indonesia dan Malaysia,”

kata Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita, pada Owrite, Rabu, 28 Oktober 2026.

​Singapura Bisa Kendalikan

Ilustrasi Pipa Gas Bumi. (Sumber: Unsplash/Odile)
Ilustrasi Pipa Gas Bumi. (Sumber: Unsplash/Odile)

Ia menambahkan bahwa pengurangan pasokan terbaru dari Indonesia setara dengan kurang dari 2 persen kebutuhan harian pembangkit listrik Singapura. Dengan mengandalkan LNG yang sudah menyumbang porsi besar dalam struktur impor 2025, gangguan jangka pendek ini diperkirakan masih bisa dikendalikan.

Iklan

Kendati demikian, Otoritas Energi Singapura tetap harus bersiap menghadapi implikasi finansial jika ketergantungan beralih penuh ke pasar kargo cair.

“Dalam jangka pendek, penggantian pasokan melalui LNG memungkinkan Singapura mempertahankan keandalan energi, meskipun biaya aktualnya bergantung pada harga kontrak, ketersediaan kargo, biaya pengiriman, kapasitas terminal, dan kondisi pasar global,”

ujarnya.

​Geser Peta Pasar Gas Regional

Petugas kilang LNG.
Petugas kilang LNG. (pgnlng.co.id)

Dinamika ini juga diprediksi akan menggeser peta pasar gas regional. Jika Singapura semakin gencar memperbesar porsi LNG, keterikatannya pada gas pipa asal Indonesia secara perlahan akan melonggar.

“Dalam jangka panjang, situasi ini dapat mempercepat diversifikasi sumber energi Singapura dan mengurangi ketergantungannya pada pasokan pipa dari Indonesia. Ini merupakan risiko strategis bagi Indonesia,”

tegasnya.

Perubahan pola konsumsi Singapura ini pun menjadi alarm bagi posisi tawar Indonesia di pasar internasional.

Langkah mengamankan pasokan domestik memang krusial untuk ketahanan energi nasional, tetapi pemerintah diingatkan agar tidak kehilangan pasar ekspor utama akibat menurunnya kepercayaan mitra dagang.

“Kebijakan energi yang baik tidak hanya memastikan gas tersedia hari ini, tetapi juga menjaga agar Indonesia tetap memiliki posisi tawar sebagai pemasok yang dipercaya,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.