Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/rwa)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Kamis pagi, 29 Oktober 2026. IHSG melemah sebesar 0,28 persen ke level 5.267.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp754,8 miliar dengan melibatkan 1,8 miliar saham dalam 83,6 ribu kali transaksi. Sebanyak 197 saham turun, 213 tidak bergerak, dan 276 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Pelemahan akan terjadi bila IHSG tak bangkit menembus kisaran level 5.300.
Iklan
“IHSG masih potensi koreksi sepanjang belum break di atas 5.350,”
kata Fanny, dalam analisisnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Fanny menuturkan saat ini investor juga tengah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada Desember 2026. Pada pertemuan Oktober, The Fed sudah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, sesuai dengan ekspektasi.
Bursa Saham Asia
Fanny menuturkan bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu, 28 Oktober. Hal ini didorong oleh optimisme terhadap Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) jelang rilis kinerja sejumlah raksasa teknologi AS.
Adapun indeks Nikkei Jepang menguat 1,08 persen. Namun, Topix turun 0,14 persen. Lalu, indeks KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 6 persen.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/kye)
Kemudian, Hang Seng Hong Kong menguat 0,23 persen, CSI 300 China naik 0,85 persen, Taiex Taiwan melesat 2,04 persen. Sementara, ASX 200 Australia turun tipis 0,03 persen.
Lantas, untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di level support 5.080 hingga 5.180. Sedangkan, level resist IHSG di kisaran 5.300 hingga 5.330.