Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada Kamis, 29 Oktober 2026. Rupiah menguat sebesar 0,24 persen atau 44 poin ke level Rp18.140 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah karena keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75-4 persen.
“Rupiah diperkirakan menguat seiring pelemahan dolar AS pasca FOMC,”
kata Lukman kepada Owrite, Kamis, 29 Oktober 2026.
Namun, Lukman menyampaikan fokus pasar saat ini masih tertuju pada kondisi pasar ekuitas Indonesia yang masih belum pulih dari tekanan. Bila investor melakukan aksi net buy, maka akan mendukung penguatan rupiah.







