Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengakui penilaian terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia berdampak pada minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Destry mengatakan, dirinya beberapa kali bertemu dengan investor asing, termasuk Global Head salah satu bank asing besar yang menaruh modalnya di Indonesia dalam jumlah banyak.
“Setelah MSCI keluar dan dia (investor asing) sangat menyayangkan itu. Karena dia bilang saya suka sekali dengan Indonesia, karena sekarang saya mau investasi di mana lagi, di Amerika itu terlalu risiko kita tahu stock market-nya mereka juga sekarang sudah besarnya 2,4 kali dari PDB-nya,”
kata Destry dalam Rapimnas Kadin, Jumat, 30 Oktober 2026.
Investasi di AS Berisiko

Destry mengatakan, investor memandang berinvestasi di AS terlalu berisiko, karena saat ini juga sudah didominasi oleh teknologi yang terus mencatatkan kenaikan harga. Sedangkan di Eropa, investor asing ragu karena negara-negara di Benua Biru memiliki risiko utang tinggi.







