Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Gubernur BI Sebut Investor Asing Mulai Ragu Investasi di RI Gegara MSCI

Destry mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus bekerja dan melakukan perbaikan pasar.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat jumpa pers hasil RDG September 2026. (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat jumpa pers hasil RDG September 2026. (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengakui penilaian terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia berdampak pada minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Destry mengatakan, dirinya beberapa kali bertemu dengan investor asing, termasuk Global Head salah satu bank asing besar yang menaruh modalnya di Indonesia dalam jumlah banyak.

“Setelah MSCI keluar dan dia (investor asing) sangat menyayangkan itu. Karena dia bilang saya suka sekali dengan Indonesia, karena sekarang saya mau investasi di mana lagi, di Amerika itu terlalu risiko kita tahu stock market-nya mereka juga sekarang sudah besarnya 2,4 kali dari PDB-nya,”

kata Destry dalam Rapimnas Kadin, Jumat, 30 Oktober 2026.

Investasi di AS Berisiko

Ilustrasi Indeks Saham. (Sumber: Unsplash/Anne Nygård)
Ilustrasi Indeks Saham. (Sumber: Unsplash/Anne Nygård)

Destry mengatakan, investor memandang berinvestasi di AS terlalu berisiko, karena saat ini juga sudah didominasi oleh teknologi yang terus mencatatkan kenaikan harga. Sedangkan di Eropa, investor asing ragu karena negara-negara di Benua Biru memiliki risiko utang tinggi.

Iklan

“Eropa sekarang mereka mempunyai masalah debt problem kan, karena sebagian besar di Eropa memang mereka debt ratio itu tinggi sekali, dan bajetnya mereka juga defisitnya lebar sekali,”

terangnya.

Karena kondisi ini, investor asing sebenarnya menilai Asia menjadi tujuan investasi, khususnya Indonesia. Untuk itu, terkait masalah MSCI, dia mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus bekerja dan melakukan perbaikan.

“KSSK kita juga sudah rapat, kita juga bersama-sama berusaha untuk menenangkan para investor, para global investor, paling tidak menunjukkan bahwa secara fundamental kita oke,”

tuturnya.

Pengumuman MSCI

Ilustrasi MSCI Emerging Market.
Ilustrasi MSCI Emerging Market.(Dibuat oleh AI)

Adapun MSCI mengumumkan rencana mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar negara berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

“MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi Indeks MSCI Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market,”

kata MSCI dalam pengumumannya dikutip Jumat, 15 Oktober 2026.

Keputusan akhir mengenai reklasifikasi pasar modal Indonesia ini akan diumumkan selambat-lambatnya pada akhir Juni 2027, dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.