Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

KSSK Akui Pengumuman MSCI Tekan Ekonomi RI, Rupiah dan Saham Kena Imbas

Suahasil klaim bahwa fundamental ekonomi RI dan respons kebijakan masih mampu menjaga stabilitas sistem keuangan.

KSSK Akui Pengumuman MSCI Tekan Ekonomi RI, Rupiah dan Saham Kena Imbas

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkapkan, pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah memberikan tekanan terhadap perekonomian Indonesia. Tekanan tercermin dari nilai tukar rupiah serta arus modal dari pasar saham RI.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan perekonomian domestik saat ini masih menunjukkan ketahanan, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan intermediasi keuangan yang terjaga. Namun, tekanan tercatat kembali meningkat di Oktober 2026.

Kita melihat bahwa tekanan kembali meningkat memasuki bulan Oktober 2026, seiring eskalasi konflik geopolitik yang mendorong naiknya harga energi global dan kebijakan moneter global yang cenderung ketat serta kondisi domestik yang ditandai mengetatnya likuiditas,”

kata Suahasil dalam konferensi pers KSSK di Kantor Pusat BI, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Dampak Pengumuman MSCI

Ilustrasi MSCI Emerging Market.
Ilustrasi MSCI Emerging Market.(Dibuat oleh AI)

Suahasil mengungkapkan, pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham Indonesia juga meningkatkan tekanan. Dampaknya, tercermin dari nilai tukar rupiah yang terus melemah, dan modal asing yang kabur dari pasar saham RI.

Iklan

Pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita, dan meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modal keluar dari pasar saham,”

jelasnya.

Kendati demikian, KSSK menilai bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan pada kuartal III-2026 masih terjaga baik. Hal itu didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antar otoritas.

Hasil assesment KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan pada kuartal III-2026 tetap terjaga baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat otoritas,”

katanya.

Fundamental RI Mampu Jaga Stabilitas

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Selain itu di tengah berbagai tekanan, Suahasil mengatakan bahwa fundamental ekonomi RI dan respons kebijakan masih mampu menjaga stabilitas sistem keuangan.

Adapun KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan mencermati dan melakukan asesmen terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan.

Kami akan terus mencermati dan melakukan asesmen yang bersifat forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan. Serta kami akan terus memperkuat kerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak rambatan risiko global,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.