Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Airlangga Bidik Ekonomi Sepanjang 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Ini Jurusnya

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV akan didorong oleh belanja pemerintah khususnya Program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Airlangga Bidik Ekonomi Sepanjang 2026 Capi 5,4 Persen, Ini Jurusnya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap tumbuh sebesar 5,4 persen secara year to date (ytd). Pertumbuhan ini akan dicapai melalui belanja pemerintah, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun pada kuartal III-2026 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara year on year (yoy), atau naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,29 persen. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

“Jadi pertama untuk kuartal IV, pemerintah tetap menargetkan secara year to date 5,4 persen. Jadi kira-kira targetnya hampir sama dengan apa yang tercapai di kuartal III,”

kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Stimulus Jaga Daya Beli

Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)

Airlangga menuturkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah akan mengandalkan stimulus guna mempertahankan konsumsi dan daya beli masyarakat.

Iklan

“Kita melanjutkan mempertahankan konsumsi dengan tadi stimulus yang didorong nilainya sekitar Rp31 triliun, dan ini diharapkan daya beli masyarakat bisa kita tetap jaga,”

jelasnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi kuartal IV juga akan didorong oleh belanja pemerintah khususnya Program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Terkait dengan belanja pemerintah juga terus kita dorong terutama yang terkait dengan MBG dan KDKMP ini juga akan terus dilanjutkan. Sehingga dibandingkan tahun lalu mungkin ini kita tetap bisa menjadi pendorong untuk pertumbuhan ekonomi,”

jelasnya.

Pembelian Energi di Bawah US$100 per Barel

Airlangga menilai gejolak harga energi saat masih dapat dikelola. Pasalnya, harga pembelian energi Indonesia berada di bawah US$100 per barel, yaitu di sekitar US$93 per barel.

“Situasi global tentu kami melihat bahwa untuk energi relatif harga pembelian kita di sektor energi di bawah US$100 sekitar US$93. Jadi sampai dengan akhir tahun relatif gejolak energi itu terserap oleh APBN,”

katanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.