Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto merespons terkait ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,47 persen secara year on year (yoy).
Menurutnya, pertumbuhan itu turut didorong oleh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Airlangga mengatakan, pembangunan masif dari program KDMP turut memberikan pengaruh terhadap aktivitas perekonomian pada kuartal III-2026.
Iklan
Ya jadi tentu terkait dengan KDKMP mempunyai pengaruh dan itu karena dibangunnya kan cukup masif,”
kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Airlangga menuturkan, pertumbuhan turut didorong oleh sektor informasi dan komunikasi yang mana pertumbuhan tidak terlepas dari logistik. Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi digital turut meningkatkan kebutuhan fasilitas pergudangan atau warehousing.
Kalau kita lihat pertumbuhan dari sektor digitalisasi, dan digitalisasi itu selalu tidak lepas dari logistik. Dan logistiknya dengan pertumbuhan digitalisasi juga yang tinggi maka kebutuhan untuk warehousing juga tumbuh,”
katanya.
Selain itu, Airlangga menyoroti perkembangan sektor makanan dan minuman (mamin). Ia menilai, geliat sektor tersebut ditentukan oleh aktivitas pariwisata serta program MBG.
Lebih lanjut, Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi 5,47 persen lebih tinggi dibandingkan negara G20. Misalnya, China yang tumbuh 4,5 persen, hingga Jepang di 0,7 persen.
Capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20, seperti China yang di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 bahkan Jepang di angka 0,7 persen. India tumbuh lebih tinggi yaitu di angka 7,8 persen,”
katanya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29 persen yoy.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.741 triliun, dan atas harga konstan Rp3.633,2 triliun.
Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 bila dibandingkan kuartal III tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,47 persen,”
ujar Edy dalam konferensi pers Kamis, 5 November 2026.
Eddy menjelaskan, jika dibandingkan kuartal II-2026 atau secara qtq tumbuh sebesar 1,59 persen. Sehingga, secara kumulatif ekonomi Indonesia hingga kuartal III-2026 tumbuh sebesar 5,45 persen.