Pakar psikologi forensik Reza Indragiri mengatakan, instruksi penghentian pemeriksaan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta beredarnya surat internal Polda Jawa Tengah dinilai memunculkan keraguan terhadap keseriusan aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi secara tuntas.
Yang justru menurut saya paling merisaukan adalah, kalau Kejaksaan Agung punya niat luhur untuk mengungkap kasus korupsi di BGN atau terkait MBG secara maksimal, kenapa sekarang tersiar kabar bahwa pemeriksaan-pemeriksaan terhadap MBG itu dihentikan? Seperti dimoratorium,”
kata Reza Indragiri kepada Owrite, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia mempertanyakan apakah penghentian pemeriksaan tersebut hanya berlaku terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan Polri atau mencakup seluruh pihak yang terkait dengan program MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Saya tidak tahu apakah itu berlaku untuk seluruh pihak yang terkait dengan MBG, dengan BGN, atau yang terkait dengan Polri saja yang dihentikan,”
ucap Reza.
Selain itu, Reza juga menyoroti beredarnya salinan surat internal Polda Jawa Tengah yang mengatur tata cara personel Polri apabila menerima panggilan dari kejaksaan terkait pendataan SPPG. Menurutnya, dokumen tersebut memunculkan persepsi adanya resistensi terhadap proses penegakan hukum.







