Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi mengatakan, dua peristiwa yang terjadi hampir bersamaan memperlihatkan ironi rasa keadilan di Indonesia.
Di satu sisi, seorang pria yang diduga mencuri ayam tewas setelah diamuk massa di Bali. Sementara di sisi lain, penanganan terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang telah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU memunculkan perdebatan publik, karena dinilai berbeda dari penanganan tersangka pada umumnya.
Belakangan ini kita dihentakkan oleh sesuatu yang mengandung ironi. Ada seorang anak kecil yang diabadikan dalam sebuah gambar yang hari ini beredar luas di media sosial. Anak itu menangis sambil memegang tangan orang dewasa di sebelahnya. Ia benar-benar meratapi kepergian bapaknya yang dikeroyok hingga tewas, karena dituding mencuri seekor ayam,”
kata Islah kepada Owrite, Selasa, 28 Juli 2026.
Tragedi tersebut menurutnya menunjukkan seorang warga yang baru berstatus terduga pelaku sudah kehilangan nyawa sebelum melalui proses penyelidikan, penyidikan, hingga persidangan. Kondisi itu, sambung Islah, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban termasuk anak yang ditinggalkan.








