Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi mengkritik kontras respons publik terhadap kejahatan kecil dan korupsi.
Menurutnya, masyarakat begitu cepat menghakimi warga yang dituduh mencuri ayam, tetapi tidak menunjukkan tekanan yang sama terhadap pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara dan hak-hak rakyat.
Apa yang terjadi di Bali ketika seorang yang dituding mencuri seekor ayam harus dibunuh oleh orang-orang di sekelilingnya?”
kata Islah kepada Owrite, Selasa, 28 Juli 2026.
Sementara kita bungkam terhadap Febrie Adriansyah. Kita bungkam terhadap para koruptor yang telah merampas hak-hak kita, mematikan harapan kita, serta menggerogoti uang rakyat yang seharusnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,”
sambungnya.
Islah menilai, korupsi merupakan kejahatan luar biasa karena dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas. Buat Islah, uang negara yang seharusnya digunakan untuk pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat justru dinikmati oleh segelintir orang.
Ia mengajak masyarakat memperkuat dukungan terhadap penegakan hukum, agar praktik korupsi diberantas secara tegas melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Namun semuanya justru dikumpulkan oleh segelintir orang dan dikorupsi habis-habisan. Para pemburu rente inilah yang harus kita ‘bunuh’ dalam tanda kutip. Kita harus melawan mereka. Kita harus benar-benar memperkuat penegakan hukumnya,”
tegasnya.
Prioritas Penegakan Hukum Pada Kasus Besar
Dikatakan Islah, prioritas utama penegakan hukum seharusnya diarahkan kepada kejahatan yang menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan prinsip tersebut tidak berarti membenarkan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan apa pun.
Bukan berarti kita memilih-milih dalam penegakan hukum, tetapi tindakan-tindakan amoral yang merugikan orang banyak harus menjadi prioritas utama,”
jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian yang sama terhadap dugaan tindak pidana korupsi maupun tindak pidana lain. Masyarakat, kata Islah, tidak boleh hanya mengecam pencurian bernilai kecil, tetapi juga harus mengawal proses hukum terhadap dugaan korupsi yang merugikan negara dalam jumlah besar.
Bukan hanya pencuri seekor ayam yang kita kecam, tetapi juga pencuri puluhan kilogram emas dan para pelaku korupsi seperti Febrie Adriansah. Mari kita sadar bersama,”
ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Islah mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif untuk menempatkan keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam penegakan hukum.
Kita harus sadar secara kolektif. Kita harus lebih mengedepankan keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan. Itulah garis-garis dasar bagaimana hukum seharusnya ditegakkan,”
tutup Islah.


















