Polda Metro Jaya berencana meminta keterangan dokter RS Muhammadiyah Taman Puring yang pernah memeriksa jenazah Sutrimo, yang ditemukan meninggal misterius di depan klinik kecantikan Mordent, Jakarta Selatan.
Hal itu untuk menjawab terkait kabar tentang kematian Sutrimo yang ditemukan dengan kondisi mulut berbusa dan kemudian viral di media sosial.
Bahwa penyidik sedang mengirim, sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut,”
ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.
Kabar kematian Sutrimo dengan mulut berbusa terdokumentasi dan tersebar di media sosial. Namun, Budi mengaku belum bisa memastikan hal tersebut sebelum meminta keterangan pihak-pihak terkait.
Termasuk video-video yang beredar, ambulans, keranda jenazah yang dibawa ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik,”
ucapnya.
Kronologi
Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di halaman klinik kecantikan yang telah tidak beroperasi, Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026. Warga sekitar menduga ia pingsan.
Dia disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Ia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Setiba di sana, pihak rumah sakit menyatakan nyawa Sutrimo tak tertolong.


















