KPK mengungkapkan peluang memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid setelah empat orang kepercayaannya ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan HGB dan gratifikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo tidak menyebutkan dengan jelas peluang penyidik memeriksa Nusron seraya menunggu perkembangan penyidikan.
Tentunya semuanya dipertimbangkan oleh penyidik, dianalisis kebutuhan saksi-saksi yang memang keterangannya, pengetahuannya dibutuhkan untuk membantu proses penyidikan perkara ini,”
ujar Budi di KPK, Rabu 16 September 2026.
Budi mengungkapkan, PT Summarecon menyuap pejabat wilayah Kementerian ATR/BPN bukan sekali ini saja. Berdasarkan hasil penyidikan, KPK mendapatkan jejak pemberian uang Rp300 juta pada Maret 2026.






