Banyak orang yang masih percaya bahwa sabun yang membuat kulit terasa kesat setelah mandi adalah tanda kulit benar-benar bersih. Faktanya, anggapan ini keliru.
Dokter kecantikan, dr Nadia Alaydrus menjelaskan, sabun yang terlalu kesat justru membuat skin barrier menjadi rusak. Skin barrier sendiri merupakan lapisan kulit yang terdiri dari sel dan juga lipit.
Lapisannya berfungsi untuk menahan air supaya tetap di dalam dan melindungi tubuh dari kuman, polusi, dan iritan,”
ujar dr Nadia seperti dikutip dari akun TikTok @nadiaalaydrus, Jumat 28 November 2025.
Lebih lanjur dr Nadia mengatakan, ketika memakai sabun dengan kandungan yang terlalu keras, lipit alami di kulit bisa ikut terangkat. Akibatnya, kulit kehilangan air lebih cepat yang disebut dengan Trans Epidermal Water Loss atau TEWL.
Kalau TEWL-bya tinggi, ini adalah indikator yang menunjukkan skin barrier kita melemah sehingga kulit menjadi kering, sensitif, bahkan lebih mudah mengalami peradangan,”
tambahnya.
Untuk itu, dr Nadia menyarankan untuk memilih sabun yang tidak hanya membersihkan, tapi memiliki kandungan bahan pendukung skin barrier, salah satunya peptide.
Peptide terbukti secara klinis membantu memperbaiki struktur kulit dan multivitamin yang berperan sebagai antioksidan, serta mendukung produksi protein yang penting untuk kulit kita,”
katanya.
Ia juga mengingatkan jangan tertipu dengan kesan keset setelah mandi.
Kulit sehat secara medis adalah kulit yang memiliki skin barrier yang kuat, terasa lembap, halus, dan mampu melindungi kulit dari kuman sepanjang hari,”
pungkasnya.
