Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Gerakan Ayah Mengambil Rapor Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Dampak Positifnya
Hype

Gerakan Ayah Mengambil Rapor Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Dampak Positifnya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Desember 22, 2025 1:29 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Guru berbincang dengan orang tua murid saat pembagian rapor di SDN Polisi 4, Kota Bogor, Jawa Barat
Guru berbincang dengan orang tua murid saat pembagian rapor di SDN Polisi 4, Kota Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/tom)
SHARE

Baru-baru ini ramai di media sosial terkait gerakan ayah mengambil rapor anak. Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor tertuang dalam SE Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).

Surat edaran tersebut ditetapkan pada 1 Desember 2025 oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji.

Lantas apa sih Gerakan Ayah Ambil Rapor?

Gerakan Ayah Mengambil Rapor merupakan inisiatif nasional yang mengajak para ayah datang langsung ke sekolah saat pengambilan rapor anak di akhir semester.

Tak hanya anak usia dini, program ini juga diperuntukan kepada anak-anak dengan jenjang sekolah pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

Alasan dicetuskannya program ini adalah terkait isu fatherless di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan lintas sektor untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025, satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless sebesar 25,8%.

Hal itu disebabkan karena faktor ekonomi seperti ayah yang tidak bekerja dan disfungsi relasi keluarga seperti perceraian.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.

Psikolog Meity Arianty menyambut baik dengan adanya Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Menurutnya program tersebut merupakan langkah positif untuk melibatkan peran ayah dalam pendidikan anak.

Dari perspektif psikologi, keterlibatan orang tua, terutama ayah, itu dapat memperkuat hubungan emosional dan mendukung perkembangan sosial serta akademik anak.

Ini juga memberi contoh yang baik tentang pentingnya peran kedua orang tua dalam proses pendidikan, yang dampaknya dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, melibatkan ayah secara langsung, juga dapat memperkuat ikatan keluarga dan mendukung kesejahteraan mental serta emosional anak,”

ujar Meity kepada owrite, Senin 22 Desember 2025.

Meity menjelaskan keterlibatan ayah di sekolah seperti pengambilan rapor memiliki dampak positif pada perkembangan emosional anak.

Secara psikologis, ketika ayah terlibat aktif dalam kehidupan pendidikan anak, anak jadi merasa dihargai dan didukung, ini meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri anak.

Kehadiran ayah dalam momen penting tersebut dapat mengurangi perasaan cemas anak terhadap hasil akademik dan meningkatkan motivasi mereka untuk berprestasi,”

kata Meity.

Selain itu, keterlibatan ayah menunjukkan bahwa pendidikan adalah prioritas bersama dalam keluarga, yang mengajarkan anak tentang pentingnya tanggung jawab dan usaha.

Jadi keterlibatan ayah memperkuat ikatan emosional dalam keluarga dan mendukung perkembangan emosional anak yang lebih sehat,”

ujar Meity.

Meski demikian, Meity juga mengingatkan bahwa bila program ini berjalan akan berdampak psikologis bagi anak yang tidak memiliki ayah atau fatherless.

Jika kebijakan ini diterapkan tanpa sensitivitas yang tepat. Anak-anak dalam situasi ini mungkin merasakan tekanan emosional, seperti perasaan kehilangan, kecemburuan, atau rasa tidak cukup baik jika mereka melihat teman-temannya memiliki ayah yang hadir di momen tersebut,”

jelasnya.

Tak hanya itu, anak akan merasa cemas atau takut akan penilaian terkait prestasinya, dan bisa menambah beban stres buat anak.

Selain itu, ketidakhadiran ayah bisa mempengaruhi pola pikir anak tentang peran orang tua dalam pendidikan dan kehidupan mereka.

Namun, perlu realistis juga bahwa tidak semua anak bisa mengalami situasi yang ideal sehingga, peran ibu atau figur pengganti yang mendukung tetap dapat mengurangi dampak negatif tersebut, dengan menyediakan rasa aman dan penguatan emosional yang dibutuhkan anak,”

tuturnya.

Untuk itu, lanjut Meity, pihak sekolah perlu menyiapkan pendekatan psikologis untuk memastikan kebijakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak tidak menimbulkan rasa minder atau perbandingan sosial di antara anak-anak.

Bagi sebagian anak, ketidakhadiran ayah atau keluarga yang kurang mampu terlibat dalam momen tersebut bisa menyebabkan perasaan malu atau rendah diri, terutama jika mereka merasa berbeda dari teman-teman mereka yang ayahnya hadir.

Untuk mengatasi hal ini, sekolah dapat memberikan pendekatan yang sensitif terhadap perasaan anak, seperti menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung, serta mengedukasi anak-anak tentang keberagaman kondisi keluarga,”

paparanya.

Selain itu, penting untuk menekankan bahwa dukungan orang tua tidak selalu harus dalam bentuk fisik atau kehadiran langsung, tetapi juga bisa melalui cara-cara lain yang positif dan bermakna.

Mengintegrasikan pembelajaran tentang empati, penerimaan, dan komunikasi yang terbuka dalam kegiatan sekolah juga dapat membantu mengurangi potensi perbandingan sosial dan membangun rasa percaya diri pada anak.

Sekolah dapat mendata sekiranya ada anak-anak yang tidak memiliki ayah dapat memberikan alternatif misal kakek atau om sebagai figure ayah,”

tandasnya.

Meity menambahkan bahwa meskipun kebijakan ini dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, penerapannya juga perlu dilaksanakan dengan sensitivitas dan pertimbangan terhadap keberagaman kondisi keluarga.

Agar tidak menimbulkan perasaan minder, stigma, atau tekanan emosional yang berlebihan bagi anak-anak yang tidak bisa merasakannya,”

tambah Meity.

Tag:AyahGEMARMeity AriantyMendukbanggapsikologRapor
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita

(Part II) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Perubahan Pola Pemesanan Di sisi lain, salah satu perusahaan ojek online terbesar di Indonesia, Gojek memberi tanggapan terkait 'Krisis ojol' yang belakangan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Head of…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
5 Min Read
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama
Olahraga

Veda Ega Cetak Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium di Moto3

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026. Balapan tersebut berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna pada Minggu 22 Maret…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta
Nasional

(Part I) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Sejak beberapa minggu terakhir, banyak masyarakat yang mengeluhkan soal susahnya memesan ojek online (ojol) di Jakarta dan sekitarnya. Di media sosial, fenomena ini disebut 'krisis ojol'. Fenomena 'krisis ojol' ini…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
7 Min Read

BERITA LAINNYA

ilustrasi
Hype

20 Ucapan Hari Raya Nyepi 2026, Cocok Dibagikan Saat Hari Hening

Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 2026 kembali menjadi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
8 Spot Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh
Hype

Wajib Tahu! 8 Spot Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Hari Raya Nyepi 2026

Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu di Bali diramaikan dengan tradisi pawai…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
Prediksi Puncak arus mudik kereta api
Hype

Penumpang Kereta di Daop 1 Jakarta Tembus 54 Ribu Jelang Lebaran 2026

Mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta terus…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
Hype

Resep Kue Kacang Renyah: Pilihan Favorit Keluarga untuk Hari Raya Idulfitri

Kue kacang menjadi salah satu sajian klasik yang hampir selalu hadir di…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up