Reuni grup K-pop BTS memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Korea Selatan. Kehadiran penggemar asing yang memadati konser mereka tercatat menyumbang sekitar 27 juta poundsterling atau setara ratusan miliar rupiah dalam waktu singkat.
Lonjakan minat terlihat sejak awal, pencarian perjalanan ke Seoul meningkat hingga 155 persen dalam 48 jam setelah pengumuman tur pada awal tahun. Antusiasme ini berlanjut saat konser digelar, dengan sekitar 30.000 wisatawan mancanegara datang untuk menyaksikan penampilan BTS.
Berdasarkan data Hana Card, para pengunjung asing menghabiskan sekitar 55,5 miliar won untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, makanan, hingga belanja ritel selama tiga hari konser di Stadion Goyang. Setiap pengunjung rata-rata mengeluarkan 616.000 won untuk penerbangan dan 480.000 won untuk akomodasi, sementara pengeluaran untuk belanja rata-rata mencapai 314.000 won.
Konser yang berlangsung di Goyang Stadium ini juga memicu lonjakan transaksi. Penggunaan kartu asing meningkat hingga 807 persen dibandingkan minggu sebelumnya, sementara total pengeluaran naik 231 persen. Sektor ritel dan kuliner mengalami kenaikan signifikan, termasuk minimarket yang melonjak lebih dari 1.000 persen dan kafe lebih dari 1.100 persen.
Seluruh tiket konser di stadion berkapasitas 41.000 penonton tersebut dilaporkan habis terjual saat masa pra-penjualan. Hal ini menunjukkan tingginya minat penggemar global terhadap kembalinya BTS setelah vakum sejak 2022 akibat kewajiban militer para anggotanya.
Grup yang beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jung Kook ini kembali dengan album terbaru bertajuk Arirang serta memulai tur dunia pada April 2026.
Tur bertajuk Arirang World Tour dijadwalkan mencakup 82 konser di 34 kota di berbagai benua hingga Maret 2027. Analis memperkirakan tur ini berpotensi menghasilkan pendapatan hingga miliaran poundsterling, tidak hanya dari penjualan tiket, tetapi juga dari sektor pariwisata dan konsumsi lokal.
“Pertunjukan oleh artis dengan basis penggemar global seperti BTS tidak hanya berhenti pada penjualan tiket tetapi juga mendorong konsumsi pariwisata di seluruh kota,” kata Lee Hwa Jeong, seorang peneliti di NH Investment & Securities.
Fenomena ini kerap disebut sebagai “BTSnomics”, yakni dampak ekonomi luas yang dihasilkan oleh aktivitas grup tersebut. Selain menghadiri konser, banyak penggemar juga mengunjungi lokasi-lokasi ikonik terkait BTS di Seoul, seperti kantor lama agensi mereka BigHit Music, Taman Hakdong di Gangnam, tempat para anggota menghabiskan waktu sebagai trainee.
Selain itu, penjualan merchandise BTS di Shinsegae Duty Free naik 430 persen, dan pendapatan ritel di Myeongdeong tumbuh 30-48 persen.
Maria Herrera (58, Kanada) mengatakan bahwa ia menghabiskan sekitar £2.700 untuk perjalanan selama seminggu meskipun tidak mendapatkan tiket untuk konser BTS.
“Untuk diri saya sendiri, Botox, perawatan wajah, Potenza, dan semua hal semacam itu,” katanya, menambahkan bahwa “kami melakukan perawatan rambut di sini, seperti potong rambut, pewarnaan, dan semua itu.” katanya.
Menurut data dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, lonjakan jumlah wisatawan ke Korea Selatan meningkat pada kuartal pertama 2026, negara tersebut mencatat rekor 4,76 juta kunjungan wisatawan asing, dengan lebih dari 2 juta kunjungan terjadi hanya pada bulan Maret.
Kembalinya BTS tidak hanya menjadi momen penting bagi industri musik, tetapi juga terbukti memberikan dorongan nyata bagi perekonomian nasional Korea Selatan, khususnya di sektor pariwisata dan konsumsi.


