Mie lendir salah satu kuliner Indonesia yang namanya cukup nyeleneh. Meski tak sepopuler mie lainnya, jenis mie ini memiliki tempat tersendiri bagi para penikmat kuliner.
Mie lendir tidak hanya terkenal karena teksturnya yang kenyal dan kental, tetapi juga karena cita rasanya yang gurih dan pedas.
Di balik kesederhanaannya, mi lendir menyimpan banyak sejarah dan tradisi kuliner yang menarik untuk dieksplorasi.
Nah kali ini Owrite.id akan merangkum sejarah hingga cara pembuatan mie lendir. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 11 Mei 2026.
Sejarah Mi Lendir
Mie lendir salah satu makanan khas dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Makanan ini sudah ada sejak zaman kolonial belanda. Mie ini masuk ke Indonesia, dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.
Mie Lendir konon pertama kali dibuat dan dijual secara berkeliling oleh seorang pedagang Jawa bernama Pak Sailun sekitar tahun 1960.
Awalnya dikenal sebagai “Mie Pak Sailun”. Setelah itu, pedagang lain melanjutkan usahanya, dan seiring waktu makanan ini dikenali di Kepulauan Riau dengan nama “Mie Lendir”
Mie Pada masa itu, mie ini dijual di warung-warung kecil dan jadi makanan murah bagi pekerja atau buruh. Beberapa daerah memiliki mie lendiri, namun namanya berbeda-beda. Misalnya di Yogyakarta, mie ini dikenal dengan sebutan mi sagu atau mi kuah kental.
Seperti namanya, mie ini memiliki kuah yang kental berwarna cokelat, kuah ini dicampurkan beberapa bahan seperti kacang tanah dan ubi jalar yang menjadi bahan dasar pada kuahnya. Tekstur kuahnya yang kental dan seperti lendiri, sehingga mie tersebut memiliki nama mie lendir.
Bahan Utama Mie Lendir
Bahan utamanya adalah mie yang terbuat dari tepung terigu atau sagu. Mie ini memiliki tekstur kenyal dan mudah menyerap rasa kuah yang kental.
Kuah mie lendir terdiri dari campuran tepung kanji atau sagu yang dicampurkan watitoto dengan kaldu ayam atau daging sapi, serta berbagai bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, merica, dan cabai.
Kuah yang kental ini menciptakan rasa gurih dan pedas. Biasanya, mie lendir disajikan dengan tambahan beberapa topping, seperti potongan daging ayam, telur, atau sayuran untuk menambah cita rasa.
Cara Membuatan Mie lendir
Cara membuat mie lendir tentu membutuhkan keterampilan khusus agar tekstur mie dan kuahnya tetap enak dan lezat.
Proses pertama adalah membuat mie dari tepung terigu atau sagu yang kemudian direbus hingga matang.
Setelah matang, mie akan dicampurkan dengan kuah kental yang terbuat dari kaldu ayam atau daging sapi yang sudah diberi rempah.
Proses pembuatan kuah ini memerlukan waktu agar bumbu-bumbu meresap dengan sempurna dan kuahnya mencapai kekentalan yang diinginkan.
Disajikan di Berbagai Acara
Tak hanya sebagai makanan sehari-hari, mie lendiri juga sering disajikan dalam berbagai acara atau perayaan.
Di beberapa daerah, mie ini menjadi hidangan khas dalam acara keluarga atau pertemuan komunitas.
Mie lendir dianggap sebagai makanan yang dapat menyatukan keluarga atau teman-teman, karena porsinya yang besar dan cara penyajiannya yang dapat dinikmati bersama-sama.
Selain itu, makanan ini juga kerap hadir di acara perayaan tradisional, seperti ulang tahun atau pesta pernikahan.
Karena memiliki rasa yang lezat dan mengenyangkan, mi lendir menjadi pilihan yang baik untuk menyambut tamu atau untuk dinikmati dalam suasana kebersamaan.
Resep Mi Lendir
Tak perlu jauh-jauh ke Riau, kamu juga bisa membuat mie lendiri sendiri di rumah. Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya.
Bahan:
- 1 kg mie kuning
- 250 gram taoge
- 250 gram kentang rebus
- 2 buah mentimun
- 5 butir telur rebus
- Bawang goreng secukupnya
- Seledri secukupnya
Bahan Kuah Mi Lendir:
- 1 lt air 200 gram bawang merah
- 100 gram bawang putih
- 1 sdt jahe
- 1 sdt lengkuas
- 1 sdt kunyit halus
- 150 gram cabe giling
- 159 gram udang giling
- 1 sdm jintan putih
- 200 gram kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan
- 2 lembar daun salam Tepung kanji atau tepung maizena secukupnya
- Garam secukupnya
- Gula merah secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat Mi Lendir:
- Tumis bawang putih, bawang merah, cabai giling, kunyit, dan jintan.
- Masukkan kacang goreng yang sudah dihaluskan.
- Tuangkan satu liter air ke dalam tumisan dan biarkan sampai mendidih. Setelah mendidih, masukkan garam, gula merah, dan serbuk perasa.




