Kasus love scamming kembali menelan korban setelah Polda Lampung mengungkap jaringan penipuan berbasis online yang melibatkan 137 narapidana di Lapas Kelas IIB Kotabumi.
- Membuat Akun Media Sosial Palsu
- Apa Itu Love Scamming?
- Bagaimana Modus Love Scamming Bekerja?
- 1. Mencari Target di Media Sosial
- 2. Membangun Hubungan Emosional
- 3. Meminta Uang atau Melakukan Pemerasan
- 4. Menghilang Setelah Mendapat Keuntungan
- Ciri-Ciri Love Scammer yang Perlu Diwaspadai
- 1. Profil Terlihat Sempurna
- 2. Cepat Menjalin Hubungan
- 3. Menolak Video Call
- 4. Sering Meminta Bantuan
- Cara Menghindari Love Scamming
Diketahui, para pelaku menjalankan aksi penipuan dari dalam penjara menggunakan ratusan handphone untuk memeras korban melalui hubungan asmara palsu di media sosial.
Modus ini bukan sekadar penipuan biasa. Karena, love scamming memanfaatkan emosi, rasa percaya, hingga hubungan romantis palsu untuk mengambil keuntungan dari korban.
Dengan perkembangan teknologi saat ini, siapa saja bisa menjadi target, terutama pengguna aktif media sosial maupun pengguna dating apps.
Membuat Akun Media Sosial Palsu
Direktorat Reserse Siber Ditkrimsus Polda Lampung mengungkap modus para pelaku untuk mengelabuhi korban, yaitu dengan membuat akun media sosial palsu dan menyamar sebagai anggota Polri maupun TNI.
Setelah berhasil membangun hubungan emosional, korban diajak melakukan percakapan intim melalui video call atau yang disebut pelaku sebagai “pidiokolsec”.
Tanpa disadari korban, percakapan tersebut direkam diam-diam. Rekaman inilah yang kemudian dijadikan alat pemerasan.
Korban diancam video intimnya akan disebarluaskan apabila tidak mengirimkan uang. Kapolda lampung mencatat total kerugian korban mencapai Rp1,4 miliar.
Namun, apa itu love scamming dan bagaimana cara menghindarinya.
Apa Itu Love Scamming?
Love scamming adalah modus penipuan online yang dilakukan dengan cara membangun hubungan romantis palsu untuk mendapatkan uang, data pribadi, atau keuntungan tertentu dari korban.
Pelaku biasanya menggunakan identitas palsu yang terlihat menarik dan meyakinkan. Mereka bisa mengaku sebagai tentara, polisi, dokter, pebisnis sukses, hingga warga negara asing yang sedang bekerja di luar negeri.
Tujuan utama mereka bukan mencari pasangan, melainkan memanfaatkan perasaan korban agar mudah dimanipulasi.
Bagaimana Modus Love Scamming Bekerja?
Pelaku love scamming umumnya memiliki pola yang hampir sama. Berikut tahapan yang sering digunakan:
1. Mencari Target di Media Sosial
Pelaku akan aktif mencari korban melalui Instagram, Facebook, TikTok, Telegram, hingga aplikasi dating apps. Mereka biasanya mendekati target yang terlihat kesepian atau mudah diajak berkomunikasi.
2. Membangun Hubungan Emosional
Setelah mendapatkan target, pelaku mulai intens menghubungi korban. Mereka memberikan perhatian berlebihan, pujian manis, hingga membicarakan masa depan bersama agar korban merasa spesial. Dalam banyak kasus, pelaku bahkan cepat mengungkapkan cinta meski baru beberapa hari berkenalan.
3. Meminta Uang atau Melakukan Pemerasan
Ketika korban mulai percaya, pelaku mulai menjalankan aksinya. Ada yang meminta uang dengan alasan darurat, ada juga yang menggunakan rekaman video intim untuk memeras korban seperti kasus yang terjadi di Lampung. Korban biasanya diminta mentransfer uang secara cepat dengan ancaman tertentu.
4. Menghilang Setelah Mendapat Keuntungan
Setelah uang berhasil didapatkan, pelaku akan menghilang dan memutus semua komunikasi. Banyak korban baru sadar mereka telah tertipu, setelah mengalami kerugian besar secara finansial maupun emosional.
Ciri-Ciri Love Scammer yang Perlu Diwaspadai
Agar tidak menjadi korban, penting mengenali tanda-tanda akun yang berpotensi menjadi love scamming
1. Profil Terlihat Sempurna
Para pelaku biasanya memakai foto tampan atau cantik dengan profesi yang terlihat bergengsi, seperti tentara, pilot, dokter, atau pengusaha kaya.
2. Cepat Menjalin Hubungan
Baru beberapa hari kenal, tetapi sudah mengaku cinta dan ingin menikah. Sikap seperti ini perlu dicurigai, karena biasa jadi ini merupakan akun love scamming.
3. Menolak Video Call
Love scammer sering menghindari panggilan video dengan berbagai alasan karena takut identitas aslinya terbongkar. Atau terkadang mereka mematikan kamera saat melakukan video call.
4. Sering Meminta Bantuan
Pelaku biasanya mengarang cerita dramatis seperti kecelakaan, sakit, masalah bisnis, atau tertahan di bandara agar korban merasa kasihan.
Dan pada ujungnya pelaku akan mendesak korban utuk mengirimkan uang, pulsa, atau bantuan finansial lainnya.
Cara Menghindari Love Scamming
Masyarakat perlu lebih waspada saat berkenalan dengan orang asing di internet. Berikut beberapa langkah untuk melindungi diri:
- Jangan mudah memberikan data pribadi atau informasi keuangan.
- Hindari mengirim foto maupun video pribadi kepada orang yang baru dikenal.
- Lakukan video call untuk memastikan identitas lawan bicara.
- Gunakan fitur pencarian gambar untuk mengecek foto profil.
- Jangan pernah mengirim uang kepada orang yang belum pernah ditemui langsung.
- Diskusikan dengan keluarga atau teman jika merasa hubungan online terasa mencurigakan.
- Segera laporkan ke polisi apabila mengalami penipuan atau pemerasan.
- Love scamming bukan hanya menyerang orang yang sedang mencari pasangan. Modus ini bisa menargetkan siapa saja yang aktif di dunia digital dan lengah terhadap manipulasi emosional.
Karena itu, penting untuk selalu berhati-hati saat menjalin hubungan secara online. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal di internet, terutama jika mulai melibatkan uang, ancaman, atau permintaan pribadi yang berlebihan.


