Seorang wisatawan asal Malaysia viral di media sosial Threads setelah membagikan pengalamannya saat dituduh belum membayar makanan di restoran Pagi Sore, Jakarta. Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali dan menuai beragam komentar dari wargane
Dalam unggahannya, akun @ainmyunus menjelaskan bahwa ia bersama rombongannya makan di restoran tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Whoosh ke Bandung. Mereka disebut memesan makanan untuk enam orang dengan total tagihan mencapai Rp907.500.
Namun beberapa hari setelahnya, tepat saat hendak meninggalkan hotel di Jakarta, pihak travel menghubungi mereka terkait tuduhan belum membayar makanan di restoran tersebut. Menurut pengakuannya, pihak restoran bahkan sempat memviralkan rombongan mereka karena dianggap pergi tanpa melunasi tagihan.
“Kitorang memang bayar walaupun masa makan tu kitorang ada melawak cakap nak lari suruh kawan bayar. Bukan kitorang lari terus tak bayar,”
tulis Ain dalam unggahannya.
Pihak rombongan kemudian berusaha mencari kembali bukti pembayaran dan struk restoran yang sempat terselip di dalam tas. Mereka juga menunjukkan bukti transaksi pembayaran menggunakan kartu kepada agen travel untuk memastikan bahwa tagihan memang telah dibayarkan.
Setelah bukti pembayaran diberikan, pihak restoran tersebut akhirnya mengakui adanya miskomunikasi. Dalam unggahan lain, terlihat surat klarifikasi dari pihak restoran yang menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman terkait pembayaran tamu travel tersebut.
“Kejadian tersebut terjadi karena miskomunikasi dan bukan merupakan unsur kesengajaan dari pihak mana pun,”
isi surat klarifikasi tersebut.
Meski persoalan dianggap selesai, wisatawan tersebut mengaku tetap kecewa karena tuduhan itu sempat viral terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecekan lebih lanjut. Ia juga mempertanyakan alasan pihak restoran langsung menuduh rombongannya tanpa konfirmasi yang jelas.
“Persoalannya kenapa kitorang yang diorang aim? Macam mana diorang boleh tuduh macam tu je lepas 3 hari?,”
tulisnya lagi.
Di akhir unggahan, Ain mengatakan bahwa ia tidak berniat menjelekkan pihak mana pun, melainkan ingin mengingatkan para wisatawan agar selalu menyimpan struk pembayaran saat bepergian ke luar negeri.
Kena Hujat Netizen
Akun Instagram Pagisore pun ramai dikomentari warganet maupun warga malaysia. Salah satu warganet menilai tindakan tersebut sungguh disayangkan sehingga dapat merusak citra atau reputasi restoran tersebut.
“Yah sayang banget citranya rusak grgr main viral2in tanpa ngecek dulu loh…..😭😭😭,”
tulis akun @jinanft_
Selain itu, warganet lainnya menyoroti dugaan kelalaian pihak restoran dalam menangani persoalan sebelum akhirnya memviralkan pelanggan tersebut di media sosial. Ia menilai masalah seperti selisih pembayaran seharusnya bisa dicek terlebih dahulu melalui CCTV maupun proses balancing kas harian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Fatalnya yg ga bisa dimaafkan, sebelum kalian viralkan, apa ga cek cctv dulu? Balancing tiap hari apa ga dilakukan? Ini masalah sepele dan gampang, dan ga habis sampe sejuta bill nya tapi kalian blunder melakukan kesalahan fatal dan memalukan,”
tulis akun @mhafora.
Komentar dari sejumlah warga Malaysia menunjukkan adanya rasa kecewa terhadap cara pihak restoran menangani persoalan tersebut. Salah satunya menilai restoran seharusnya melakukan penyelidikan lebih dulu sebelum memviralkan pelanggan di media sosial. Ia juga menyinggung anggapan negatif yang muncul seolah-olah wisatawan Malaysia tidak mampu membayar tagihan makanan, sehingga komentar itu dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap reputasi warga Malaysia yang ikut terseret dalam polemik tersebut.
“Lain kali selidik dulu baru viral. Ingat orang Malaysia takde duit ke lepas makan lari tak bayar,”
tulis akun @ilmi.nadzeri
Sementara itu, warga malaysia lainnya mengungkapkan kecurigaannya terhadap waktu viralnya kasus yang baru muncul setelah tiga hari kejadian. Menurutnya, hal itu menimbulkan asumsi bahwa pihak resto sengaja menunggu resi pembayaran dibuang agar lebih mudah melakukan pembayaran ganda. Meski begitu, komentar tersebut juga memperlihatkan dampak negatif yang mulai dirasakan restoran, karena ia mengaku menjadi ragu untuk kembali berkunjung saat berwisata ke Indonesia.
“Kenapa dia viral selepas 3 hari?? Sebab dia yakin korg akan buang resit sbb dah lama. So senang nak claim byr double. Licik kan. Thanks info lepas ni wisata ke sana mmg tak singgah la restoran tu dah..”
tulis akun @nass_alina_noah_nick
Seruan boikot restoran tersebut pun ramai si media sosial. Khususnya restoran Pagi Sore yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK)
“Kalau boikot bukan cabang PIK sahaja, barangkali semua cawangan Pagi Sore,”
kata @zaimi_ig
“Pagi Sore PIK diboikot sama tetangga kita Malaysia,”
ucap akun @pelayan_restoran.
“Aku pun dah remmoved Pagi Sore dari iti for my next visit to do. Sorry not this time,”
tambah @friddy.z


