Menjelang seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, sebuah unggahan di Instagram yang mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital ramai diperbincangkan warganet.
Unggahan akun @rekrutmencpns.id itu telah mendapat lebih dari 21 ribu likes, 2.900 komentar, dan dibagikan lebih dari 17 ribu kali. Dalam konten tersebut dijelaskan bahwa sejumlah instansi pada seleksi CPNS sebelumnya menerapkan penelusuran rekam jejak sebagai bagian dari proses seleksi.
Salah satunya adalah seleksi CPNS Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tahun 2024. Berdasarkan pengumuman resmi BPIP, penelusuran rekam jejak menjadi salah satu komponen Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan hasilnya dapat memengaruhi kelulusan peserta.
Konten itu juga mengingatkan calon pelamar agar bijak bermedia sosial serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, pornografi, hingga perundungan di ruang digital.
Komentar Netizen
Informasi tersebut langsung memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian menanggapinya dengan candaan, sementara yang lain mengaku khawatir dengan jejak digital mereka selama bertahun-tahun di media sosial.
Wah jelas aku gagal CPNS,”
tulis akun @anjawatercolor.
Aku juga, mana rekam jejakku 11 tahun terakhir lagi,”
komentar @dina_fajri04.
Bro langsung memutihkan rekam jejak bermedsos,”
kelakar @la.catlady.
Di sisi lain, sejumlah netizen mempertanyakan batasan penelusuran rekam jejak yang dilakukan dalam proses seleksi ASN.
Penelusuran rekam jejaknya yang gimana dulu nih? Kalau yang mengkritik pemerintah agar bisa evaluasi apakah tidak diloloskan juga?,”
tulis akun @agustya_cm.
Meski demikian, informasi yang beredar dalam unggahan tersebut merujuk pada pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2024. Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan jadwal maupun mekanisme resmi pendaftaran CPNS 2026.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan portal SSCASN terkait persyaratan maupun tahapan seleksi CPNS mendatang.


