Perjalanan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran sejumlah kota yang menjadi pusat dakwah, perdagangan, dan perkembangan budaya Islam sejak berabad-abad lalu. Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai situs dan tradisi yang tetap lestari.
Dari Aceh hingga Jawa, beberapa kota dikenal memiliki warisan keislaman yang kuat dan menjadi saksi penting perkembangan Islam di Nusantara. Berikut lima kota bersejarah dengan jejak dakwah dan peradaban Islam yang masih dapat ditelusuri hingga saat ini, seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Banda Aceh, Aceh
Banda Aceh dikenal sebagai salah satu kota Islam tertua di Asia Tenggara dan dijuluki Serambi Mekkah karena perannya sebagai pintu masuk penyebaran Islam di Nusantara.
Berdiri sejak 1205 M, kota ini pernah menjadi pusat Kesultanan Aceh Darussalam yang mencapai masa kejayaan pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Hingga kini, Banda Aceh menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi menerapkan Syariat Islam melalui aturan daerah (Qanun).
Berdasarkan data Pemerintah Kota Banda Aceh, sekitar 98,2 persen penduduknya beragama Islam, sementara masyarakat dari agama lain hidup berdampingan sebagai kelompok minoritas.
2. Ternate, Maluku Utara
Ternate di Maluku Utara dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam tertua di Nusantara. Kota ini berkembang sebagai kerajaan Islam yang kuat berkat kejayaan perdagangan rempah-rempah sejak abad ke-15. Islam resmi menjadi agama kerajaan pada masa pemerintahan Raja Zainal Abidin (1486–1500), yang kemudian mengubah gelarnya dari Kolano menjadi Sultan setelah mempelajari Islam di Jawa.
Penyebaran Islam di Ternate berlangsung melalui jalur perdagangan rempah yang mempertemukan masyarakat setempat dengan pedagang Arab, Melayu, serta para ulama dari Jawa.
Berdasarkan data statistik kependudukan wilayah Maluku Utara dalam jurnal Universitas Sam Ratulangi, persentase umat Muslim di Ternate adalah yang tertinggi dan sangat dominan, yakni mencakup sekitar 96,57% dari total populasi kota atau diperkirakan mencapai lebih dari 191.000 hingga 215.000 jiwa.
3. Palembang, Sumatera Selatan
Palembang memiliki sejarah Islam yang panjang, mulai dari berkembangnya jalur perdagangan hingga berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam. Islam masuk ke kota ini melalui aktivitas pelayaran dan perdagangan yang dilakukan pedagang Arab, India, dan Tiongkok sekitar abad ke-7 hingga ke-15 Masehi.
Palembang juga dikenal sebagai tanah kelahiran ulama besar, Syech Abdul Al-Samad Al Jawi Al Palembani, yang namanya masyhur hingga Timur Tengah.
Nama Palembang Darussalam, yang berarti “Kota Kedamaian” atau “Negeri yang Selamat”, mencerminkan peran Islam sebagai landasan kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Dinas Perpustakaan Kabupaten Kampar mencatat, saat ini sekitar 93,99 persen penduduk Palembang beragama Islam.
4. Banten Lama, Banten
Banten Lama, yang kini berada di wilayah Kasemen, Kota Serang, dulunya merupakan pusat Kesultanan Banten dan salah satu kota pelabuhan Islam terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-16 hingga ke-17.
Kesultanan ini dirintis oleh Sunan Gunung Jati dan putranya, Maulana Hasanuddin, yang kemudian menjadi sultan pertama Banten. Masa kejayaan kesultanan terjadi pada pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1631–1692), ketika Banten berkembang sebagai pusat perdagangan internasional dan kekuatan maritim.
Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Masjid Agung Banten, yang dibangun pada abad ke-16 dan memiliki menara setinggi 24 meter yang menyerupai mercusuar. Meski namanya sudah berganti, namun tradisi dan budaya islam masih mengajar di sana.
5. Demak, Jawa Tengah
Demak dikenal sebagai pusat Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Fatah pada akhir abad ke-15. Kota ini berkembang sebagai pusat dakwah Wali Songo, perdagangan, dan kekuatan politik yang menggantikan pengaruh Kerajaan Majapahit.
Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terlihat melalui Masjid Agung Demak dan kompleks makam Raden Fatah serta para penerusnya yang berada di kawasan masjid.
Dijuluki sebagai Kota Wali, Demak menjadi salah satu pusat penyebaran Islam terpenting di Jawa. Identitas keislaman masyarakatnya juga sangat kuat, dengan lebih dari 99 persen dari sekitar 1,26 juta penduduk beragama Islam.
Kelima kota tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan Islam di Indonesia tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga melahirkan pusat-pusat peradaban yang berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Jejaknya masih dapat disaksikan hingga kini melalui berbagai peninggalan sejarah, tradisi, dan budaya yang tetap terjaga.
