Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan Yogyakarta
Hype

Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan Yogyakarta

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 22, 2026 11:26 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Grebeg Suro
Grebeg Suro (Foto: Laman Kraton Yogyakarta)
SHARE

Setiap kali bulan Suro atau jika di kalender hijriah disebut dengan bulan Muharram, suasana di sebagian wilayah Jawa akan terasa sedikit berbeda. Tidak ada pesta besar atau hingar-bingar seperti pergantian tahun pada umumnya. Justru yang muncul adalah ketenangan, bahkan cenderung hening.

Daftar isi Konten
  • Akar Sejarah Grebeg Suro
  • Kirab Kebo Bule di Surakarta
  • Mubeng Beteng di Yogyakarta

Di Surakarta dan Yogyakarta, tradisi itu kembali hidup lewat rangkaian Grebeg Suro dan berbagai ritual malam 1 Suro yang digelar keraton. 

Baca juga:
Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual… Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…
6 Tradisi Menyambut Tamu di Berbagai Negara, Unik dan Sarat… Menyambut tamu merupakan salah satu bentuk penghormatan yang telah menjadi bagian dari…
5 Kota Bersejarah di Indonesia dengan Jejak Peradaban Islam yang… Perjalanan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran sejumlah kota yang…
  • Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan…
  • 6 Tradisi Menyambut Tamu di Berbagai Negara, Unik dan Sarat Makna
  • 5 Kota Bersejarah di Indonesia dengan Jejak Peradaban Islam yang Masih Terjaga

Tahun ini, Keraton Surakarta Hadiningrat bersama Pura Mangkunegaran kembali menggelar rangkaian peringatan malam 1 Suro yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, bersamaan dengan Keraton Yogyakarta yang melaksanakan Lampah Budaya Mubeng Beteng.

Tradisi ini bukan sekadar agenda budaya tahunan. Karena di balik tradisi ini, ada cara pandang masyarakat Jawa tentang waktu, kehidupan, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri.

Kalau kebanyakan orang merayakan tahun baru dengan suasana yang meriah, malam 1 Suro justru sebaliknya. Di banyak tempat, suasana dibuat lebih tenang bahkan sunyi.

Sebagian masyarakat memilih tirakat, berdoa, berziarah ke makam leluhur, atau sekadar melakukan selamatan di rumah. Ada juga yang memilih tidak banyak beraktivitas dan menjadikan malam itu sebagai waktu untuk menahan diri dan merenung.

Dalam tradisi Jawa, 1 Suro dipandang sebagai momen untuk “ngresiki batin” atau membersihkan diri secara spiritual, bukan sekadar pergantian angka tahun.

Akar Sejarah Grebeg Suro

Melansir dari berbagai sumber, tradisi ini berakar dari kebijakan Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam, yang pada tahun 1633 Masehi memperkenalkan Kalender Jawa-Islam. 

Sistem ini menggabungkan Kalender Saka dan Kalender Hijriah untuk menyatukan masyarakat Jawa yang saat itu sangat beragam.

Dari situlah bulan Suro ditetapkan sebagai awal tahun dalam kalender Jawa. Nama “Suro” sendiri diyakini berasal dari kata “Asyura” dalam tradisi Islam yang merujuk pada hari ke-10 bulan Muharram. 

Kalender ini kemudian lahir dan jadi simbol penyatuan budaya serta cara hidup masyarakat Jawa pada masa itu.

Baca juga:
Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met… Sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok Sulistiya Permatasari (@lililisti10) menarik perhatian warganet. Dalam…
3 Alasan Umat Islam Gelar Pawai Obor Saat 1 Muharram,… Saat malam Tahun Baru Islam tiba, ada satu tradisi yang hampir selalu…
Doa Puasa Mutih Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya, Simak… Doa puasa mutih dibaca untuk melatih pengendalian diri, fokus batin, dan kedisiplinan.…
  • Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met Gala Versi…
  • 3 Alasan Umat Islam Gelar Pawai Obor Saat 1 Muharram, Ternyata Bukan…
  • Doa Puasa Mutih Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya, Simak Penjelasannya

Di berbagai daerah, Grebeg Suro dan malam 1 Suro diisi dengan beragam laku budaya dan spiritual. Ada yang melakukan tirakat, ada yang mengikuti doa bersama, ada pula yang berziarah. Semua itu bermuara pada satu hal yaitu refleksi diri.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, malam ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menata kembali sikap dan perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Kirab Kebo Bule di Surakarta

Di Keraton Surakarta, malam 1 Suro identik dengan Kirab Satu Suro yang sudah berlangsung turun-temurun.

Tradisi ini mulai berkembang sejak masa Pakubuwono X (1893-1939) dan kemudian dilestarikan hingga sekarang. 

Ciri paling khas dari kirab ini adalah kehadiran kerbau bule keturunan Kiai Slamet yang berjalan di barisan depan. Biasanya agenda ini disaksikan oleh ribuan warga yang memadati jalan di sekitar keraton.

Menariknya, seluruh peserta berjalan dalam suasana hening. Tidak ada percakapan, tidak ada sorak-sorai. Semuanya berjalan dalam diam sebagai bentuk laku prihatin.

Mubeng Beteng di Yogyakarta

Di Yogyakarta, tradisi yang hampir serupa dikenal dengan Lampah Budaya Mubeng Beteng atau Topo Bisu.

Ribuan peserta berjalan mengelilingi benteng keraton tanpa berbicara. Tradisi ini sudah dilakukan sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono II. 

Ritual ini diawali dengan tembang macapat, lalu dilanjutkan perjalanan kaki mengitari benteng sejauh beberapa kilometer dalam keheningan.

Bagi peserta, diam bukan berarti kosong. Justru di dalam diam itulah ruang untuk merenung dan mengingat kembali perjalanan hidup setahun terakhir.

Dan seiring waktu, Grebeg Suro tidak hanya menjadi tradisi keraton, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat Jawa secara lebih luas.

Di beberapa tempat, bulan Suro bahkan masih dianggap sebagai waktu yang “dijaga”, sehingga sebagian orang memilih menunda hajatan besar atau acara penting.

Meski begitu, di balik berbagai kepercayaan yang menyertainya, inti dari tradisi ini tetap sama yaitu mengajak manusia untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam diri, dan kembali mengingat bahwa hidup tidak hanya soal bergerak maju, tetapi juga soal memahami apa yang sudah dilalui.

Tag:greveg surokraton surakartakraton yogyakartaTradisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
3
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.
Hype

Empat Jurnal UMB Naik dan Pertahankan Akreditasi SINTA, Bukti Penguatan Riset Kampus

Universitas Mercu Buana (UMB) kembali mencatatkan perkembangan positif dalam penguatan budaya penelitian…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Buku Panduan Shalat
Hype

Anak Skena Yogyakarta Bikin Buku Panduan Salat Dikemas Personal

Bukan sekadar buku panduan ibadah, komunitas anak muda asal Yogyakarta, SkeNU, menghadirkan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Perayaan Chusoek menggunakan baju daerah Korea
Hype

Chuseok, Tradisi Panen dan Hari Raya Keluarga di Korea Selatan

Berbagai negara di dunia memiliki tradisi untuk merayakan musim panen sebagai bentuk…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Rumah Gaya Japandi
Hype

Kelihatan Estetik dan Mahal, kenapa Rumah Gaya Japandi Kurang Cocok Diterapkan di Indonesia?

Kalau kamu sering scroll Pinterest, Instagram, atau TikTok buat cari inspirasi rumah,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up