Meskipun dekat dengan pusat kota Batavia, wilayah ini memiliki kehidupan sosial yang berbeda. Lebih keras, dinamis, dan penuh pergulatan masyarakat kecil pada masa kolonial.
Masa Kecil Si Pitung
Dalam cerita rakyat Betawi, Si Pitung sejak kecil belajar mengaji di langgar yang berada di kampung Rawa Belong. Ia dikenal sebagai anak yang cepat menangkap pelajaran agama dan mampu membaca serta melantunkan Al-Qur’an dengan baik.
Selain pendidikan agama, Si Pitung juga belajar ilmu silat kepada Haji Naipin, seorang guru tarekat sekaligus ahli bela diri tradisional Betawi. Dalam perkembangan cerita rakyat, Si Pitung juga dikaitkan dengan ilmu kesaktian bernama Rawa Rontek, yaitu gabungan antara tarekat Islam dan jampe-jampe Betawi.
Si Pitung Ancaman Bagi Kolonial
Jagoan kelahiran Rawa Belong, Jakarta Barat ini membuat pemerintah kolonial di Batavia, termasuk gubernur jenderal, sangat resah. Si Pitung dianggap sebagai ancaman keamanan dan ketertiban sehingga berbagai strategi dilakukan untuk menangkapnya, hidup atau mati.
Statusnya bahkan ditetapkan sebagai buronan kelas tinggi oleh pemerintah Hindia Belanda karena aksinya dianggap mengganggu stabilitas kolonial.
Si Pitung sebagai “Robin Hood Betawi”
Si Pitung sering disebut sebagai “Robin Hood Betawi”, meskipun tidak sepenuhnya sama dengan tokoh Robin Hood di Inggris.
Kesamaannya terletak pada aksi melawan ketidakadilan dan membantu rakyat kecil, meskipun melalui cara merampok para tuan tanah dan pihak yang menindas rakyat. Citra ini membuatnya dikenang sebagai pahlawan rakyat dalam cerita lisan Betawi hingga sekarang.
Meski banyak yang mengatakan bahwa kisah Si Pitung ini mitor, sebuah penelitian menunjukkan bahwa Si Pitung bukan sekadar legenda. Sejarawan Belanda Margreet van Till dalam tulisannya In Search of Si Pitung menyebut bahwa tokoh ini memang benar-benar berdasarkan sosok nyata yang hidup pada paruh kedua abad ke-19 di Batavia.
Di tengah perayaan HUT Jakarta, mengenal kembali kisah Si Pitung menjadi salah satu cara untuk menghargai sejarah dan budaya Betawi yang menjadi akar identitas ibu kota.