Transportasi umum menjadi salah satu indikator penting kualitas hidup di kota-kota besar dunia. Dalam survei yang dirilis Time Out, sejumlah kota di Asia dan Eropa berhasil menempati posisi teratas berkat sistem transportasi publik yang dinilai efisien.
Dalam survei tersebut disebutkan bahwa beberapa kota di Asia hingga Eropa mendapat pengakuan berkat kualitas transportasi publik yang dinilai unggul oleh warganya. Indonesia melalui Jakarta juga berhasil masuk dalam daftar tersebut, namun sayangnya menempati peringkat ke-17.
Untuk mengetahui kota mana yang termasuk dalam kota dengan transportasi umum terbaik, berikut tujuh kota terbaik yang bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan transportasi perkotaan di berbagai negara.
1. Hong Kong
Survei tersebut juga menyebut sebanyak 98 persen responden lokal menyatakan puas terhadap layanan transportasi di kota ini. Tulang punggung transportasi Hong Kong adalah MTR (Mass Transit Railway), bus bertingkat, minibus, feri, hingga trem dua lantai yang telah menjadi ikon kota selama lebih dari satu abad.
Transportasi umum memudahkan perjalanan masyarakat. Berbagai moda transportasi dapat diakses menggunakan Kartu Octopus atau kartu pembayaran nirkontak yang juga dapat digunakan di sejumlah toko dan restoran.
2. Shanghai, Tiongkok
Sebanyak 94 persen warga yang disurvei menyatakan puas terhadap sistem transportasi publik di Shanghai. Kekuatan utamanya yaitu jaringan metronya (kereta cepat) yang termasuk terbesar di dunia. Dengan puluhan jalur yang menjangkau pusat kota hingga kawasan pinggiran, metro menjadi moda transportasi andalan bagi jutaan warga setiap hari.
Selain metro, Shanghai memiliki jaringan bus yang luas, layanan feri di Sungai Huangpu, serta kereta Maglev yang terkenal sebagai salah satu kereta komersial tercepat di dunia. Menariknya, berbagai moda transportasi tersebut didukung sistem pembayaran digital tanpa perlu membeli tiket fisik.
3. Beijing Tiongkok
Tulang punggung mobilitas Beijing adalah Beijing Subway, jaringan kereta bawah tanah yang panjangnya mencapai sekitar 909 kilometer dan menjangkau berbagai kawasan penting di kota. Sistem ini dirancang untuk membantu mengurangi kemacetan sekaligus memudahkan mobilitas jutaan warga setiap hari.
Sepanjang 2025, sistem rel perkotaan Beijing melayani sekitar 3,58 miliar perjalanan penumpang. Keunggulannya, sebagian besar halte bus berada dekat dengan pintu keluar stasiun kereta bawah tanah sehingga memudahkan penumpang untuk berpindah moda transportasi.
4. Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
Meski tidak memiliki jaringan metro sebesar kota-kota di Asia Timur, Abu Dhabi berhasil mengembangkan transportasi canggih yaitu trem tanpa rel (trackless tram) dan berbagai layanan digital yang memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan melalui aplikasi terpadu.
Daya tariknya adalah layanan shuttle bus gratis yang menghubungkan pusat kota dengan sejumlah destinasi populer, seperti Yas Island, Saadiyat Island, dan Jubail Island. Kombinasi antara kenyamanan, inovasi, dan kemudahan menjadikan Abu Dhabi salah satu kota dengan transportasi publik terbaik di dunia.
5. Taipei, Taiwan
Taipei Main Station menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan MRT, kereta cepat Taiwan High-Speed Rail (HSR), kereta konvensional, hingga jaringan bus antarkota. Tak hanya mengandalkan kereta dan bus, Taipei juga memiliki fasilitas ramah lingkungan dengan budaya yaitu layanan penyewaan sepeda di berbagai titik kota.
6. London, Inggris
London menjadi kota dengan transportasi umum terbaik di Eropa sekaligus menempati peringkat keenam dunia. Kota ini memiliki London Underground atau Tube, salah satu sistem kereta bawah tanah tertua di dunia, yang didukung oleh jaringan bus merah bertingkat, London Overground dan Docklands Light Railway (DLR) yang dikenal beroperasi tanpa masinis.
Dan faktanya, London Underground atau Tube merupakan salah satu jaringan kereta bawah tanah tertua di dunia yang mulai beroperasi sejak tahun 1863.
7. Vienna, Austria
Kota ini mengandalkan kombinasi U-Bahn (kereta bawah tanah), S-Bahn (kereta komuter), trem, dan bus yang dikelola dalam satu sistem terpadu. Dengan satu tiket, penumpang dapat berpindah moda transportasi dengan mudah.
Uniknya, Vienna menerapkan sistem kejujuran (honesty system) di banyak stasiun dan halte. Tidak ada gerbang tiket seperti di banyak kota lain, sehingga penumpang bertanggung jawab membeli dan memvalidasi tiket sendiri.

























